- IHSG melemah 43,27 poin (0,53 persen) pada Rabu, 4 Februari 2026, ditutup di level 8.079,32 akibat tekanan jual.
- Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi menguat ke rentang 8.050–8.150 karena indikator stochastic RSI berada di area oversold.
- Pada sesi pertama, tercatat 450 saham mengalami penurunan, dengan nilai transaksi total mencapai Rp 14,57 triliun.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali meloyo pada perdagangan sesi pertama Rabu, 4 Februari 2026. IHSG turun 43,27 poin atau 0,53 persen ke level 8.079,32.
Tekanan jual masih mewarnai pergerakan indeks sejak awal perdagangan, membuat IHSG belum mampu kembali bertahan di atas level psikologis 8.100.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih tertahan di bawah rata-rata pergerakan lima harian (MA5) yang berada di kisaran level 8.137. Sementara itu, indikator stochastic RSI tercatat sudah berada di area oversold.
"Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan berikutnya," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Berdasarkan analisis teknikal tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak menguat dalam rentang level 8.050 hingga 8.150 pada perdagangan sesi kedua hari ini, seiring peluang technical rebound setelah tekanan jual di sesi pagi.
Meski demikian, pelaku pasar diimbau tetap mencermati sentimen global dan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang masih menjadi penentu arah IHSG pada sisa perdagangan hari ini.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 28,41 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,57 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,80 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 275 saham bergerak naik, sedangkan 450 saham mengalami penurunan, dan 233 saham tidak mengalami pergerakan.
Baca Juga: IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, MBTO, LAJU, SOHO, NASI, SURI, JAYA, VAST, PGLI, SOLA, NZIA, SMMT.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, FILM, TRUE, LMPI, ARKO, PIPA, MINA, RMKO, BIPI, LAPD, BUVA, PSKT.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Pemilik Lippo Karawaci (LPKR) dan Gurita Bisnisnya di Indonesia
-
IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK
-
Transisi Energi Diproyeksikan Tarik Investasi Rp1.682,4 Triliun
-
Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026
-
Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan
-
Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?
-
Kronologi PT Narada Aset Manajemen Manipulasi Saham IHSG, Ini Sosok Pemiliknya
-
OJK Mulai Kumpulkan Data Saham Gorengan, Ini Bocorannya
-
BEI: 2 Emiten Konglomerat Bakal IPO, Ini Bocorannya
-
PLTSa Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2027