Awan kelabu menyelimuti dunia bulutangkis Indonesia. Atlet muda Syabda Perkasa Belawa meninggal dunia dalam kecelakaan di Tol Pemalang, Jawa Tengah, dini hari tadi.
"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Kami keluarga besar PP PBSI, insan bulutangkis, dan para pecinta bulutangkis tentu merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Syabda," ucap Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dalam keteranganya, Senin (20/3).
Agung menyebut, Syabda Perkasa bergabung ke Pelatnas PBSI sejak awal tahun 2018. Almarhum merupakan sosok yang memiliki talenta besar dan tangguh.
"Kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam. Untuk keluarga yang masih dirawat, semoga segera diberi kesembuhan dan kesehatan kembali seperti sedia kala," tutur Agung.
Kronologi Kecelakaan
Sebelum kecelakaan terjadi, Syabda Perkasa Belawa bersama keluarganya pergi melalui jalur darat dari rumah di Bekasi menuju Sragen, Jawa Tengah, Minggu (19/3/2023) malam.
Syabda dan keluarga hendak menghadiri acara pemakaman nenek dari sang ibunda yang meninggal dunia pada Minggu (19/3) malam.
Saat di Tol Pemalang, mobil yang dikendarai sang ayah Muanis Hadi Sutamto menabrak kendaraan lain yang berada di depan.
Akibat kecelakaan itu, Syabda dan ibundanya meninggal dunia. Sementara ayahnya dalam kondisi kritis.
Baca Juga: Christian Adinata Terpukul Syabda Perkasa Belawa Meninggal: Orangnya Selalu Nyenengin
Sedangkan kakak dan adik Syabda, Diana Sakti Anistyawati danTahta Bathari Cahyaloka mengalami luka-luka. Seluruh korban saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Islam Al Ikhlas, Pemalang.
Lantas siapakah Syabda Perkasa Belawa? Berikut profilnya.
Syabda Perkasa Belawa lahir pada 25 Agustus 2001. Almarhum merupakan atlet binaan klub bulutangkis PB Djarum sejak 2013.
Pada tahun 2018, Syabda dipanggil masuk ke Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.
Setahun berselang, Syabda Perkasa Belawa turut berkontribusi membawa Indonesia meraih medali emas di nomor beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan, Rusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati