Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diminta untuk tak "bawa perasaan" atau baper menghadapi kritik yang dilontarkan warga terhadap dirinya.
Diketahui, muncul sejumlah baliho, spanduk dan selebaran yang mengkritik Ridwan Kamil atas kondisi jalan rusak di Kabupaten Garut.
Dalam spanduk pertama, tertulis 'Menjadi Jabar Sangsara, Hanya di Jaman Ridwan Kamil Jalan ini Rusak Parah'. Hal serupa juga tertulis di spanduk kedua yang berisi 'Kami Butuh Aksi Nyata Gubernur Bukan Pencitraan, Jalan Ruksak Rakyat Nu Cilaka (red: Jalan Rusak Rakyat yang Celaka)'.
Pengamat Politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mewanti-wanti agar Ridwan Kamil untuk lebih bijak. Ridwan Kamil didorong untuk tidak reaktif dan baper dalam menanggapi kritikan dari warga Jabar.
"Tidak boleh baper karena selama ini Ridwan Kamil sudah terkesan anti kritik. Karena pengalaman anti kritik sebenarnya bukan hal baru bagi RK, sejak memimpin kota Bandung, banyak kritik yang juga dibalas reaktif," kata Dedi dikutip dari Ayobandung.com--jejaring Suara.com, Senin (21/3/2023).
Dedi menuturkan, sikap reaktif terhadap kritik yang dilakukan Ridwan Kamil telah terbukti malah menimbulkan polemik seperti kasus guru SMK di Cirebon.
Sikap 'Baper' itu dinilai berpotensi akan menjadi 'pisau bermata dua' yang justeru dapat merugikan pemerintah provinsi (Pemprov) Jabar.
"Ini tentu memprihatinkan karena Ridwan Kamil potensial akan terus memusuhi warganya sendiri sepanjang warganya kritis dan peduli atas pembangunan Jawa Barat," tegasnya.
Dedi menuturkan bahwa, warga Jabar memiliki hak untuk melontarkan kritik terhadap kinerja Ridwan Kamil jika dinilai buruk. Sikap reaktif yang berdampak polemik justru akan berdampak pada penilaian negatif dari kepemimpinan Ridwan Kamil.
Baca Juga: Jelang Comeback, IVE Rilis Teaser Pre-released Single Bertajuk Kitsch
"Sebenarnya itu menunjukkan ketidaksiapan Ridwan Kamil sebagai pejabat publik, sekaligus menunjukkan kejumawaan RK yang anggap dirinya mampu secara personal, padahal dalam kepemimpinan politik diperlukan kolektifitas, termasuk melibatkan publik dari sisi pengawas kebijakan secara umum, dan RK rupanya tidak siap," pungkasnya.
Sebelumnya, spanduk berisi protes terhadap Ridwan Kamil muncul di Kabupaten Garut. Dalam spanduk berwarna hijau dengan potret Ridwan Kamil tertulis 'MENJADI JABAR SENGSARA' 'Hanya di jaman Ridwan Kamil Jalan Ini Rusak Berat'.
Salah satu titik spanduk berada di Jalan Leles-Kadungora, Kabupaten Garut. Dalam spanduk tersebut tertulis bahwa spanduk berasal dari Koalisi Masyarakat Pemantau Pembangunan Garut.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politikus Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan bahwa, spanduk yang dipasang oleh warga merupakan bentuk kekecewaan atas pembangunan insfratruktur di daerah Jawa Barat (Jabar).
"Ridwan Kamil dalam pembangunan daerah didominasi pembangunan yang kurang subtabsial, untuk itu kritik warga terkait buruknya pembangunan di Jawa Barat cukup beralasan," kata Dedi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026