/
Rabu, 05 April 2023 | 21:02 WIB
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto meminta tersangka Mbah Slamet mengingat lubang tempat menguburkan jenazah korbannya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Selasa (4/4/2023). ([ANTARA/Sumarwoto])

Polisi kembali berhasil menemukan dua jenazah korban pembunuhan berantai dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Slamet Tohari alias Mbah Slamet (45).

Jenazah korban yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Lampung, Irsad dan Wahyu Tri Ningsih, ini ditemukan Selasa (4/4/2023). Hal ini pun telah diakui oleh tersangka.

Sebelumnya, polisi telah berhasil satu jenazah korban Mbah Slamet. Yakni atas nama Paryanto (PO), warga Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Kami tadi malam juga mendapatkan informasi dari warga Pesawaran, Lampung, bahwa saudaranya telah hilang. Pihak keluarga telah mengirim foto Irsad beserta istri," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto.

Hendri mengatakan, foto-foto tersebut telah ditunjukkan kepada tersangka dan yang bersangkutan mengiyakan bahwa mereka adalah dua orang yang telah dibunuhnya.

"Mudah-mudahan keluarga dari Pak Irsad dan Ibu Wahyu Tri Ningsih ini bisa membawa identitas lainnya. 

"Nanti akan kami cross check sama post mortem yang sudah didapatkan oleh DVI Dokkes Polda Jawa Tengah," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, ante mortem dari pihak keluarga akan dicek kesesuaiannya dengan post mortem korban.

Jika hasilnya ada kesesuaian, jenazah tersebut akan diserahkan kepada keluarganya.

Baca Juga: Tiga Warga Jawa Barat Jadi Korban Pembunuhan Berantai Mbah Slamet, Ada Pasutri dari Tasikmalaya

"Kami tidak bisa hanya sekadar menyerahkan mayat saja tanpa adanya ante mortem, enggak akan kami serahkan," tegasnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sebagian besar barang-barang milik korban seperti KTP telah dibakar. Hal ini guna menghilangkan jejak.

Karena jumlah korban yang diingat tersangka untuk sementara hanya 12 orang, polisi pun saat ini tidak melakukan pencarian korban.

Melainkan fokus terhadap pencarian identitas jenazah yang telah diautopsi.

"Saat ini tersangka kami keler ke wilayah Pekalongan. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut apa hasilnya nanti," kata Kapolres.

Ia mengatakan berdasarkan jejak digital, Mbah Slamet diketahui merupakan residivis kasus uang palsu di Pekalongan tahun 2019. Beberapa tahun sebelumnya juga terlibat kasus serupa.

Load More