Beredar video dengan narasi bahwa Argentina yang baru ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 membatalkan diri.
Pada judul video juga disebutkan FIFA buka peluang untuk Indonesia kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
"BREAKING NEWS! ARGENTINA BATAL JADI TUAN RUMAH PIALA DUNIA U-20 KARENA MASALAH INI," tulis judul video yang diunggah akun Youtube Timnas Harapan TV.
Pengunggah video juga menyertakan thumbnail disertai narasi sama dengan judul video.
Pada thumbnail terdapat foto presiden FIFA, Gianni Infantino, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan kolase foto suporter Argentina.
"Breaking News! Argentina batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. FIFA kembali membuka peluang Indonesia menjadi tuan Piala Dunia U-20." tulis narasi pada thumbnail.
Penelusuran:
Video dengan durasi 3 menit 36 detik dengan narasi judul serta thumbnail yang menyebut Argentina batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2020 memuat informasi salah dan menyesatkan.
Jika ditonton sampai tuntas, di dalam video tidak memuat informasi yang menyebut bahwa Argentina batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Baca Juga: Cek Fakta: Berubah Pikiran, Justin Hubner Setuju Bela Timnas Indonesia Tanpa Dibayar, Benarkah?
Narator pada video hanya membacakan ulang pemberitaan media online mengenai sosok pelatih di skuat Argentina U-20.
Disebutkan bahwa tim Argentina U-20 saat ini belum ada pelatih pasca mundurnya Javier Mascherano. Ia mundur sebagai pelatih setelah tim Argentina U-20 gagal lolos ke Piala Dunia U-20 2023 pada Copa America U-20 beberapa waktu lalu.
Faktanya, sampai saat ini Argentina disebut FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 menggantikan posisi Indonesia.
Terkait kondisi Argentina U-20 belum memiliki pelatih tidak ada campur tangan FIFA untuk membatalkan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, video dengan narasi yang menyebut bahwa Argentina batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 merupakan jenis konten HOAX.
Berita Terkait
-
PSSI Jamin Drama Shin Tae-yong dan Thomas Doll Tak Terjadi Lagi Musim Depan
-
Cek Fakta: Berubah Pikiran, Justin Hubner Setuju Bela Timnas Indonesia Tanpa Dibayar, Benarkah?
-
Bigo Live Sukses Menggalang Dana untuk Yayasan Kanker Indonesia
-
Momen Rachmat Irianto Sidang Skripsi Diuji Waketum PSSI Zainudin Amali
-
Daftar Pembahasan Shin Tae-yong dan Erick Thohir di Pertemuan Pekan Ini
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol