/
Selasa, 25 April 2023 | 18:53 WIB
Politisi PSI, Sigit Widodo (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Nama politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo tengah jadi sorotan dan kritikan publik lantaran curhatannya soal biaya makan di rest area Tol Cipali yang dianggapnya terlalu mahal. 

Sigit Widodo beberapa waktu lalu menceritakan bahwa ia terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp155.000 untuk makan di RM Hadea yang berlokasi di rest area Cipali. 

Sigit merasa digetok biaya saat makan di RM Hadea. Dalam cuitannya Sigit menuliskan bahwa ia makan ayam dan lauk serta minum teh dalam kemasan botol. 

Sigit menyampaikan pematokan harga ini tidak masuk akal dan justru merugikan pengguna jalan tol yang beristirahat. Akibat cuitannya tersebut, RM Hadea mendapat sanksi dari pengelola tol Cipali berupa penutupan. 

Kekinian cuitan dari Sigit ini dipertanyakan publik, lantaran ia dianggap tak memberikan informasi secara detail makanan yang dipesannya. 

Sigit lantas mencuitkan perihal tersebut. "Tentang cuitan pertama saya yang menyebut bahwa saya makan dua porsi nasi ayam dan teh dalam kemasan, mungkin diartikan bahwa ini hanya satu nasi dan satu ayam. Sedangkan dalam pengertian saya, satu porsi artinya nasi ditambah lauk pauk lainnya. Ini yang kemudian saya detilkan dalam wawancara dengan media," tulisnya. 

"Kalau ini dianggap sebagai informasi yang menyesatkan, saya mohon maaf kepada semua pihak, termasuk pada RM Hadea," sambungnya. 

Lantas siapa Sigit Wibowo? Pada bio akun Twitter miliknya, Sigit ialah juru bicara PSI. Ia juga menjabat sebagai ketua DPP PSI

Selain itu, Sigit juga menuliskan bahwa ia adalah kandidat doktor ilmu komunikasi Universitas Indonesia (UI). Sigit merupakan sosok kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah pada 27 Januari 1975.

Baca Juga: Viral, Detik-detik Bibir Putri Iis Dahlia Dicium Ayah Sambung Setelah Sungkem: Kok Boleh Sih?

Sebelum terjun ke dunia politik, ia bekerja sebagai jurnalis di media online tahun 1998.

Setelah satu tahun menjadi jurnalis, Sigit menggeluti bidang teknologi dan menjadi kepala kanal. Setelah itu, ia bergabung dengan Femina Group pada 2003 dan menjadi Pemimpin Redaksi PC Magazine Indonesia hingga tahun 2007.

Load More