TikToker Bima Yudho yang belakangan viral karena konten miliknya mengkritik infrastruktur di Lampung menjawab pertanyaan netizen apakah dirinya mudik lebaran ke Indonesia pada tahun ini.
"Apa gak mudik loe bim?" tanya netizen yang dibacakan oleh Bima pada unggahan video akun Tiktok miliknya.
"Loe mau gue mudik? Ape nggak digebukin gue mudik mudik?" jawab Bima seperti dilihat pada video unggahan akun Instagram @lambenyiinyir_official.
"Emang masalah hukum udah tuntas yah, udah diangkat gitu laporannya, tapi kan Gubernurnya sendiri pernah mendefiniskan dan mengklaim dirinya seorang civilian gitu. Kan gue nggak aman," tambah Bima.
Menurut Bima, sang ayah juga khawatir dengan keselamatan dirinya. Bima menyebut bahwa ayahnya meminta ia mengatur ulang jadwal terbang ke Malaysia.
"Lu ke Malaysia reschedule, jangan ditanggal itu," kata Bima menirukan sang ayah.
Sang ayah bahkan meminta Bima untuk tidak makan dan minum selama penerbangan ke Malaysia, ia khawatir Bima akan seperti aktivitas HAM Munir yang tewas di pesawat karena diracun.
"Bawa minum sendiri kata die ye nanti gw takutnya lu kaya munir. Elu itu udah bikin heboh se-Indonesia gitu," tambah Bima.
Video ini pun membuat banyak netizen memberikan komentar. Ada yang merasa pada video ini Bima terlalu berlebihan.
Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Dipanggil Janda oleh Bima, Seperti Apa Sejarah Sebutan Janda di Indonesia?
"Bima=Munir? wow," tulis salah satu netizen.
"Terlepas dr soal kritisi ,, Lama" ko gw jd muak yah liat gaya nya ,, apa cuma gw doang yg ngerasa kaya gitu ?" sambung akun lainnya.
"Ok loe sudah kritik pemerintah dan responya sangat luar biasa fenomenal.. dan loe sdh dianggap pahlawan lah skrg. Tapi lama2 klo liat skrg loe tambah lebay.. coba koreksi diri.. minimal dari cara penyampaian dan bahasa loe.. alay," timpal akun lainnya.
"Pertama mantap liat keberaniannya ...tp lama2 lebay liatnya," tulis akun lainnya.
Berita Terkait
-
Heboh Video Pendek Cut Tari Dulu dan Sekarang, Netizen Ramai Sebut Nama Ariel Noah
-
8 Fakta Dokter Puskesmas di Lampung Dianiaya Keluarga Pasien, Begini Duduk Perkaranya
-
TikToker Bima Minta Maaf Sebut Megawati Janda: Cuma Suarakan Isi Hati Gue!
-
Pasangan Kekasih yang Buang Bayi di Lampung Timur Dibebaskan, Ini Alasan Polisi
-
Bikin Gaduh soal Makanan Mahal di Rest Area Tol Cipali, Sigit Widodo Kasih Penjelasan, Netizen: Kikir Amat Loe, Git!
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda
-
Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi