Sosok Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto belakangan ini banyak menyita perhatian publik.
Sorotan terhadap Kadinkes Lampung Reihana buntut dirinya yang pamer barang-barang mewah dan ternama yang digunakannya di media sosial.
"Tep4t H4ri 1ni Kad1nkes Lampung Resm1 Dim1skinkan! M4hfud: C0pot & T4han," tulis narasi unggahan video yang diunggah akun facebook Golliat.
Lantas benarkah klaim Kadinkes Lampung dimiskinkan? Pertanyaan tersebut akan terjawab melalui artikel kali ini.
Penjelasan Cek Fakta
Video berisi klaim Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto resmi dimiskinkan diunggah pemilik akun Facebook Golliat.
Seperti diketahui, Reihana Wijayanto belakangan ini menjadi sorotan usai kedapatan pamer barang-barang mewah dan ternama yang digunakannya di media sosial.
Namun, usai menyaksikan video tersebut hingga akhir, tidak ada informasi yang menjelaskan Reihana resmi dimiskinkan.
Tidak sesuai dengan judul video yang beredar, video tersebut tidak membahas informasi mengenai tanggapan Mahfud MD terkait permasalahan tersebut.
Narasi yang dibacakan dalam video identik dengan artikel yang diunggah oleh Tribun News dengan judul “NASIB Kadinkes Lampung Reihana Ditentukan KPK, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Alkes 13 Miliar”.
Selain itu, narasi dalam video tersebut juga identik dengan berita dari artikel Grid berjudul “Kadinkes Lampung Menjabat 14 Tahun, BKN Sebut Masa Jabatan Pimpinan Tinggi PNS Bisa Diperpanjang Jika Syarat-syarat Ini Terpenuhi”.
Dalam artikel tersebut, dijelaskan bahwa sebelumnya Reihana sempat diperiksa KPK terkait kasus korupsi alat kesehatan.
Meski demikian Reihana dinyatakan tidak bersalah. Sedangkan pada artikel Grid, menjelaskan tentang masa jabatan Reihana menjadi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Diketahui, hingga saat ini KPK masih mengatur jadwal pemeriksaan Kadinkes Lampung Reihana. Menurut Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, harta kekayaan Reihana yang dilaporkan terlalu sedikit sehingga tidak sesuai dengan profil. Hal tersebut merupakan kesimpulan awal yang diperoleh Tim Direktorat LHKPN KPK.
Kesimpulan
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Duet Ganjar Pranowo-Ahok Maju di Pilpres 2024, Surya Paloh dan Anies Ketar Ketir
-
CEK FAKTA: Anak Iis Dahlia Salshadilla Ngaku Jadi Pemuas Nafsu Ayah Tiri Usai Dihipnotis, Benarkah?
-
Cek Fakta: Jokowi Akan Ditangkap dan Dipenjara, Gunakan Kekuasaan untuk Jegal Anies Baswedan Jadi Presiden
-
Cek Fakta: Surya Paloh Nyesel Usung Anies Baswedan, Nasdem Takut Ditinggal Pendukung Jokowi, Benarkah?
-
Cek Fakta: Bebaskan Pilot Susi Air, Jenderal Dudung Kirim Setan ke Papua, Benarkah?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati