/
Rabu, 17 Mei 2023 | 17:44 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar diisukan jadi cawapres Ganjar Pranowo. ([Antara])

Sejumlah nama bermunculan sebagai bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo yang telah dicalonkan PDI Perjuangan (PDIP) jadi capres 2024. Salah satunya yang diisukan jadi cawapres Ganjar, yakni KH Nasaruddin Umar.

Pakar politik Panji Suminar menyebut sosok Imam Besar Masjid Istiqlal itu bisa menjadi pilihan cerdas PDI Perjuangan untuk tandem Ganjar Pranowo di kontestasi Pemilu Presiden 2024. Terutama dari sisi religi.

"Pertama, dia sosok kiai, ulama seperti KH Nasaruddin Umar tentu dapat menutupi kekurangan Ganjar dari sisi karakter religius."

"Juga menutup blunder Ganjar waktu bincang-bincang di Podcast Deddy Corbuzier, yang pernyataannya negatif dilihat dari kaca mata religius," kata dia, Rabu (17/5/2023).

Keuntungan selanjutnya, kata Panji, memasangkan Nasaruddin membuat daya tarik yang cukup besar untuk ceruk pemilih Islam moderat. Khususnya bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) kultural.

"NU memang sudah menyatakan tidak terlibat dalam ranah politik praktis, dan KH Nasaruddin Umar bukan perwakilan NU secara lembaga."

"Tapi dia sosok ulama NU, yang tentu menarik bagi pemilih warga NU atau NU kultural," tutur Panji Suminar.

Lebih lanjut, PDIP juga memiliki keuntungan dalam membangun koalisi dengan partai politik lain. 

Seperti Pemilu 2019 yang memasangkan Jokowi-Ma'ruf Amin, menurut Panji tentu memasangkan Ganjar-Nasaruddin dapat meminimalkan perlakuan berbeda terhadap parpol koalisi.

Baca Juga: Selain Golkar, Cak Imin Sebut Partai Warna Merah Akan Gabung Koalisi PKB-Gerindra, PDIP?

Kalau PDIP memilih cawapres dari yang disodorkan oleh salah satu partai politik, maka menurut dia parpol lainnya yang ikut berkoalisi dengan PDIP akan merasa dinomorduakan atau dinomortigakan.

"Dengan golden ticket PDIP tidak perlu berkoalisi untuk mengusung pasangan capres, hal itu lebih leluasa lagi bagi PDIP memilih cawapres."

"Partai lain pun menjadi pengikut, tidak punya posisi tawar memaksakan calon mereka," ucap akademisi Universitas Bengkulu ini.

Lebih lanjut, Panji menilai PDIP mendapatkan dukungan dari warga NU dengan mengusung Nasaruddin Umar sebagai cawapres.

Dan juga tetap mendapatkan dukungan penuh dari parpol lain yang ingin berkoalisi dengan PDIP. PDIP aman dari penolakan dan perbedaan pendapat ataupun kepentingan parpol lain dalam pencapresan.

"Dan yang terpenting adalah Nasaruddin Umar tidak menjadi batu sandungan PDIP pada Pemilu 2029. Sama dengan posisi Wapres Ma'ruf Amin sekarang, tidak mencalonkan diri lagi."

Load More