/
Senin, 22 Mei 2023 | 15:15 WIB
Fotor Arsip - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berjalan bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/1/2023). ([Dok. Istimewa])

Politisi PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menegaskan dirinya tegak lurus soal capres 2024 sesuai apa yang telah diputuskan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Penegasan ini menyusul kedatangannya ke kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2023). Diduga ia datang terkait pertemuan dengan Prabowo Subianto yang merupakan capres dari Gerindra, Jumat (19/5/2023) pekan lalu.

"Saya sebagai kader PDI Perjuangan, sebagai kader muda saya akan tetap tegak lurus sesuai arahan Ibu Ketua Umum," tegas Gibran.

Gibran tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto telah lebih dulu tiba sekitar pukul 9.20 WIB. 

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu masuk ke salah satu ruangan bersama dengan Hasto.

Dari hasil pertemuan itu, Gibran mengatakan dirinya menjelaskan secara lengkap soal pertemuannya dengan Prabowo di Solo pekan lalu.

Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan itu hanya sebatas makan-makan dan tidak ada membahas soal dukung-mendukung capres. 

"Saya juga sudah menjelaskan kronologi dari A sampai Z terkait pertemuan kemarin. Dan Alhamdulillah beliau-beliau dapat memahami itu," kata Gibran. 

Sementara itu, Hasto mengatakan bahwa Gibran secara terbuka telah menjelaskan dengan detail apa yang menjadi permasalahan belakangan ini. 

Baca Juga: Pesan Megawati ke Gibran Jelang Pemilu 2024: Waspada Manuver Politik

"Prinsipnya pertemuan antara kader partai untuk berdialog dan meluruskan berbagai hal yang sering kali apa yang diberitakan dan kenyataan itu berbeda, begitu banyak kepentingan yang bermain, begitu banyak bingkai yang coba dimainkan," tutur Hasto.

Hasto pun menyampaikan pesan Megawati kepada Gibran dalam pertemuan itu agar waspada dengan manuver politik jelang Pilpres 2024 mendatang.

"Tadi kami jelaskan pesan-pesan dari Ibu Megawati Soekarnoputri kepada Mas Gibran, bahwa berpolitik itu membangun peradaban, berpolitik itu merawat pertiwi, dan berpolitik itu juga harus waspada dari berbagai manuver-manuver politik," kata Hasto.

Load More