/
Kamis, 25 Mei 2023 | 06:21 WIB
Sekretaris MA Hasbi Hasan (kanan) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (24/5/2023). ([ANTARA])

KPK tidak menahan Sekretaris MA (Mahkamah Agung) Hasbi Hasan yang diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Rabu (24/5/2023).

Hasbi keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 17.00 WIB usai menjalani pemeriksaan selama hampir 7 jam.

Tak banyak komentar yang diberikan Hasbi soal pemeriksaan yang dilakukan penyidik lembaga antirasuah tersebut. 

Ia hanya mengatakan akan kooperatif dengan proses hukum yang berjalan di KPK.

"Saya sebagai warga negara terkait pertanyaan penyidik, ya silakan tanya (tim penyidik). Saya tidak mungkin melaporkan prosesnya," kata Hasbi.

Sama seperti Sekretaris MA Hasbi Hasan, eks Komisaris PT Wika Beton Dadan Tri Yudianto juga tidak ditahan meski sudah jadi tersangka.

Dadan selesai diperiksa sekitar pukul 17.20 WIB dan tidak banyak berkomentar soal pemeriksaannya.

"Tanya ke penyidiknya," ujar Dadan di Gedung Merah Putih KPK.

Sebelumnya KPK pada Rabu (10/5) telah menetapkan dua orang tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga: CEK FAKTA: Diperiksa KPK 12 Jam, Ganjar Pranowo Ngaku Dana 300T untuk Bayar Buzzer Serang Anies

Meski demikian, Ali belum bersedia membeberkan identitas kedua tersangka tersebut maupun peran, konstruksi perkara, dan pasal yang disangkakan.

Hal tersebut, kata dia, akan diumumkan setelah alat bukti dinyatakan lengkap dan penyidikan telah rampung.

"Kelengkapan alat bukti menjadi prioritas yang terus dikumpulkan untuk melengkapi bukti permulaan yang telah kami miliki," ujarnya.

KPK hingga saat ini telah menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Mereka yang telah diumumkan, yakni Hakim Yustisial nonaktif Edy Wibowo (EW), Hakim Agung nonaktif Gazalba Saleh (GS), Hakim Yustisial nonaktif Prasetio Nugroho (PN), dan Redhy Novarisza (RN) selaku staf Gazalba Saleh.

Tersangka lainnya, Hakim Agung nonaktif Sudrajat Dimyati (SD), Hakim Yudisial nonaktif atau Panitera Pengganti Elly Tri Pangestu (ETP), dua aparatur sipil negara (ASN) Kepaniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), serta dua ASN di MA Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Selain itu, pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) serta debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT), debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS), dan tersangka terbaru adalah Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar Wahyudi Hardi (WH). 

Load More