17 anak di bawah umur jadi korban pencabulan seorang guru mengaji rumahan, AS (50). Pelaku sudah ditangkap pihak kepolisian beberapa hari lalu di kediamannya di Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat.
Kegiatan mengaji yang dilakukan oleh pelaku di rumahnya sudah berlangsung sejak 2022. Aksi cabul AS ini terbongkar setelah salah satu korban melapor kepada orang tuanya.
AS mengaku bahwa aksi cabul itu dilakukan menggesekan dan tidak sampai melakukan perbuatan lebih jauh. Namun pihak kepolisian masih terus mendalami dengan melakukan visum terhadap korban.
Terkait hal ini, pihak Komisi perlindungan anak Indonesia daerah (KPID) Kabupaten Tasikmalaya meminta Pemkab Garut dan kepolisian untuk mengusut tuntas siapa saja korban dari aksi cabul AS.
"Kami mohon peristiwa ini untuk dibuka selebar-lebarnya, artinya kita mesti betul-betul mengidentifikasi siapa-siapa yang memang menjadi korban," kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya yang meliputi wilayah tugas Kabupaten Garut, Ato Rinanto seperti dikutip dari Antara.
KPAID Tasikmalaya sudah mendapatkan laporan adanya kasus sejumlah anak usia belasan tahun yang menjadi korban asusila oleh guru ngajinya, dan saat ini pelakunya sudah ditahan di Markas Polres Garut.
Sedangkan korban yang baru teridentifikasi, kata dia, juga sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah untuk mendapatkan pemulihan trauma, dan sampai saat ini masih terus dilakukan pemantauan.
"Kami melihat Pemda melalui UPT PPA, kemudian jajaran pemerintah desa dan kecamatan sedang melakukan upaya konkret, tentu kami mendorong supaya proses ini bisa berjalan dengan cepat, khususnya untuk menyelamatkan anak-anak korban,"
Baca Juga: Viral Putri Anne Lepas Hijab dan Pamer Rambut Pirang, Netizen: Mungkin Stres Hadapi Arya Saloka
Berita Terkait
-
Gantikan Ridwan Kamil, 3 Mantan Kapolda Bersaing Rebut Kursi Pj Gubernur Jawa Barat
-
Sebut Golkar Partai Tanpa Mahar, Ridwan Kamil: Bisa Jadi Beban dan Tersandera oleh Niat Tak Baik
-
Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Garut Gelar Musyda ke-14
-
Dituding Arogan di Jalan, Ratusan Sopir Ambulans Geruduk Kantor Dishub Purwakarta
-
Viral! Sering Kehilangan Uang, Warga Tasikmalaya Pasang Spanduk Bertuliskan Larangan Tuyul Beraksi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
BRI dan Inklusi Keuangan: BRILink Agen Hadir di 66.450 Desa Seluruh Penjuru Tanah Air
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Ajudan Pribadi Gubernur Kepri Terseret Isu Pengawalan Bos Judi Online
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1,18 Juta BRILink Agen