Hampir sepekan sudah Moch Fajri Rifana (26), pasien obesitas berbobot 300 Kg, dirawat di RSCM Jakarta. Tim dokter memastikan kondisi pria asal Kota Tangerang itu dalam keadaan stabil.
Hasil diagnosa sementara ditemukan sejumlah masalah kesehatan yang timbul akibat obesitas. Di antaranya masalah paru-paru dan jantung.
Kemudian, metabolisme yang tidak maksimal akibat hormon tiroid yang rendah, hingga lecet di sejumlah bagian kulit karena lipatan kulit.
Dokter spesialis anestesi RSCM Sidartha Kusuma melaporkan belum ditemukan komorbid pada tubuh pasien.
Namun ia menyoroti riwayat kecelakaan lalu lintas yang dialami Fajri tiga tahun lalu yang diduga pemicu obesitas.
"Mungkin riwayat kecelakaannya itu yang membuat dia benar-benar tidak beraktivitas, sehingga terjadi timbunan lemak yang berlebih," katanya.
Sebelum peristiwa kecelakaan, berat badan Fajri berkisar 150 kg. Pasca kecelakaan bobotnya bertambah hingga hampir 300 kg.
Saat ini pasien sedang dalam prosedur perawatan lanjutan, di antaranya ventilasi mekanik menggunakan ventilator untuk membantu pernapasan sementara.
Pemantauan ketat tanda vital tekanan darah, pernapasan, saturasi oksigen, dan laju nadi, teropong saluran napas untuk evaluasi dahak yang tersumbat dan menilai saluran napas dan paru-paru pasien.
Baca Juga: Kisah Fajri Pria Obesitas di Tangerang, Berawal Kecelakaan Motor hingga Punya Bobot 300 Kg
Dokter juga memeriksa hormon insulin, hormon tiroid, dan gula darah untuk mengevaluasi kondisi obesitas pasien, pemeriksaan aliran darah ke kepala oleh dokter saraf untuk menilai ada penurunan suplai darah ke otak atau tidak, dan rencana pemberian obat topikal untuk infeksi di kulit.
Tim medis RSCM belum bisa memastikan kapan waktu perawatan Fajri usai.
"Kemungkinan akan agak lama untuk pemulihan pasien," kata Direktur Utama RSUPN RSCM Jakarta, dr Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, dalam konferensi pers di RSCM Jakarta, Rabu (14/6/2023).
Ditangani Tim Medis Multi-disiplin Ilmu
Lies mengatakan, Fajri ditangani oleh tim dokter multi-disiplin keilmuan. Di antaranya anestesiologi dan perawatan intensif, respirologi, endokrin-metabolik, gastro-enterologi, kardiologi, ilmu penyakit dalam, bedah digestif, bedah vaskuler, urologi, neurologi, psikiatri, dermatologi venerologi, rehabilitasi medik, gizi klinik, dan tim nakes lainnya.
Ia mengatakan kasus Fajri ini termasuk kejadian langka yang dialami orang dewasa. Kasus itu kali kedua ditangani tim medis RSCM, setelah sebelumnya dialami pasien atas nama Arya Permana (10) pada 2016 dengan bobot sekitar 190 kg.
Sedangkan, kasus obesitas pada anak ditangani RSCM pada awal 2023 atas nama Muhammad Kenzi Alfaro, balita 16 bulan berbobot 27 kg asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Ruangan Khusus
Lies mengungkapkan, RSCM bahkan harus menyediakan ruang rawat khusus untuk pasien Fajri, yang disebut IGD Mini. Ruang di lantai dasar Gedung Kiara itu dirancang menyesuaikan dimensi tubuh pasien.
"Karena kondisi luar biasa, kami siapkan ruang rawat khusus satu ruangan hanya untuk yang bersangkutan, karena tidak bisa di tempat tidur biasa. Berat badannya tidak memungkinkan," katanya.
Pihak RSCM juga terpaksa membobok dinding pintu IGD Mini saat harus mengevakuasi tubuh Fajri ke dalam ruang perawatan berukuran 6x6 meter persegi.
Tim medis juga memindahkan satu set alat ICU yang dibutuhkan menuju ruang rawat Fajri.
Tag
Berita Terkait
-
Lebih Parah dari Arya, RSCM Terpaksa Beli Alat Khusus dari Luar Negeri buat Tangani Fajri Pasien Berbobot 300 Kg
-
Dokter Jantung Ungkap Cara Aman Turun Berat Badan Untuk Obesitas 300 Kg Seperti Fajri, Olahraga Wajib?
-
Berkaca dari Fajri yang Bobotnya 300 Kg, Dokter Ingatkan Risiko Serangan Jantung dan Gagal Jantung Pada Obesitas
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Debut Tak Istimewa Mauro Zijlstra, Ini Kata Asisten Pelatih Persija Jakarta
-
46 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 Februari: Ada Gems dan Pemain Ramadan 113-117
-
Hasil Piala FA: Arsenal Gebuk Wigan Athletic 4-0 dan Melaju ke Babak 16 Besar
-
IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya
-
Nasib Nahas PSIR Rembang dan Wajah Sejati dari Persepakbolaan Dalam Negeri
-
Fakta Baru CCTV: Korban Kecelakaan Maut Transjakarta di Pondok Labu Sempat Sempoyongan
-
15 Ide Usaha saat Ramadan, Modal Minim di Bawah 1 Juta
-
68 Kode Redeem FF Terbaru 16 Februari 2026: Ada Evo Draco, MP5 Vampire, dan Emote
-
Cara Klaim AppleCare+ Bagi Pengguna Perangkat Apple
-
Fokus Kerja Dulu: Meski Didukung Relawan, Prabowo Kirim Pesan Mengejutkan Jelang Pemilu 2029