/
Sabtu, 24 Juni 2023 | 19:11 WIB
Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. ([Dok. Al Zaytun])

Sosok Panji Gumilang kini tengah menuai sorotan publik. Ini lantaran pernyataan-pernyataan kontroversial dari pimpinan Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat tersebut.

Lantas, bagaimanakah sosok Panji Gumilang di mata keluarga? Berikut pandangan sang adik, Abdul Wahib.

Wahib menyebut, kakaknya tersebut memiliki jiwa sosial yang tinggi di masyarakat. 

Disebutnya, warga di sekitar tempat kelahiran Panji Gumilang di Desa Sembunganyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, kerap mendapat beras 3 kilogram per orang.

Wahib yang juga mantan Kades Sembungayar mengatakan, momen bagi beras itu dilakukan Panji Gumilang setiap jelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

"Kakak saya itu gemar bersilaturahmi dengan warga. Jadi warga tahu betul jiwanya," ujar Abdul Wahib dikutip dari beritajatim.com--jejaring Suara.com--Sabtu (24/6/2023).

Wahib kemudian menceritakan alasan Panji Gumilang dirikan Ponpes Al Zaytun di Gantar, Indramayu. Bermula setelah sang kakak menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Gontor. 

Kata dari Gontor itu bila diucapkan orang Sunda berarti Gantar. Selanjutnya, mencari lahan di daerah tersebut untuk didirikan pondok pesantren yang saat ini berdiri.

Kini keberadaan Ponpes Al Zaytun tengah jadi sorotan. Karena dianggap mengajarkan ajaran yang menyimpang dari Islam.

Baca Juga: Diduga Ajarkan Ajaran Sesat, Pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang Dipolisikan ke Bareskrim

Dilaporkan ke Bareskrim

Panji Gumilang sendiri telah dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA dan penistaan agama.

Pelaporan dilakukan Dewan Pimpinan Pusat Forum Advokat Pembela Pancasila (DPP FAPP), Jumat (23/6/2023). 

Laporan itu terdaftar dengan Nomor: LP/B/163/VI/2023/Bareskrim Polri.

"Ini terkait pernyataannya, seperti ucapan salam, khatib wanita, Alquran buatan Muhammad, dan lain-lain," kata Ihsan Tanjung dari DPP FAPP, Jumat (23/6/2023).

Menurut Ihsan, ada banyak kontroversi yang dilakukan Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytum yang mengarah pada penistaan agama. Seperti shalat Idul Fitri perempuan sejajar laki-laki.

Load More