Aksi yang tergolong biadab dilakukan seorang pria berinisial R (57), warga Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Ia menyetubuhi putri kandungnya berinisial E (26) hingga tujuh kali hamil.
Aksi keji R tak hanya berhenti sampai di situ. Bayi hasil hubungan sedarah dengan anaknya ia bunuh.
"Kami telah menangkap pelaku berinisial R pada hari Minggu," kata Kasatreskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi Siswanto kepada awak media, Senin (26/6/2023).
Berikut fakta-fakta aksi biadab R yang diketahui berprofesi sebagai dukun pengobatan tradisional:
1. Setubuhi Anak Sejak 2012
Kasus ayah setubuhi anak yang dilakukan dukun R telah terjadi sejak tahun 2012. Kepada polisi, pelaku mengaku telah membunuh bayi hasil inses itu sejak tahun 2013 hingga 2021.
R mengakui jika empat kerangka bayi yang ditemukan polisi sejak tanggal 15-21 Juni merupakan bayi yang dibunuhnya.
"Terakhir pelaku menyampaikan ada tiga kerangka lagi yang masih ada di tempat kejadian perkara (TKP). Artinya, total ada tujuh kerangka yang ada di TKP," jelasnya.
Menurut dia, bayi-bayi yang baru lahir tersebut dibunuh oleh R dengan cara dibekap dan dibungkus kain untuk dikuburkan di lahan bekas kolam dekat sungai itu.
Baca Juga: Biadab, Dukun di Banyumas Setubuhi Putri Kandung, 7 Bayi Hasil Inses Dibunuh
2. Punya 3 Istri
Agus menerangkan merupakan anak kandung R dari istri ketiganya yang dinikahi secara siri.
"Pelaku R memiliki tiga orang istri, namun istri pertama dan kedua sudah dicerai," ujarnya.
"Istri pertama dinikahi secara resmi, sedangkan istri kedua dan ketiga dinikahi siri," imbuhnya.
3. Istri Tahu dan Bantu Persalinan
Agus melanjutkan, istri dari R tahu dengan aksi biadab yang dilakukan sang suami terhadap putri kandungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Nyanyikan Lagu Nasional, Shanna Shannon Beri Semangat untuk Pejuang Kanker di Laga Cepak Bola 2026
-
Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS
-
Fakta dan Mitos Menghemat Bensin Mobil, Begini Triknya Biar Irit Ongkos Jalan
-
IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun
-
Profil Como 1907, Klub Liga Italia Milik Orang Indonesia Jadi Klub Papan Atas Serie A
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
7 Cara Cek Bansos Kemensos yang Mudah dan Akurat 2026, Cek Namamu di Sini!
-
Bukan Sekadar Olahraga, Footgolf Jadi Cara Baru Cari Sehat Sekaligus Bangun Relasi
-
Nyawa ASN di Metro Berakhir dengan Peluru di Pelipis, Polisi Buru Pelaku Penembakan
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?