Wali Kota Depok, Mohammad Idris nampaknya tidak mau ikut campur terlalu dalam pada masalah Panji Gumilang, meskipun Panji diketahui memiliki aset di Krukut, Limo.
"Sudah ada timnya, tim dari MUI dan tim dari pemerintah, saya bukan masuk ke dalam Tim nya," kata Mohammad Idris.
Mohammad Idris mengatakan Kota Depok memang kota yang ramah untuk siapa saja. Diusung sebagai kota kreatif, kota Depok memang menjadi kota yang menarik.
"Memang Depok ini kota menarik untuk siapa saja," ujar wali kota Depok, Mohammad Idris.
Berdasarkan pantauan rumah milik Panji Gumilang terletak di sisi kali kecil yang berada di Jalan Swadaya. Terdapat jembatan sepanjang sekitar 5 meter yang menghubungkan antara Jalan Swadaya dengan rumah Panji Gumilang.
Rumah Panji memiliki dinding pagar bata dengan gerbang kayu berwarna coklat. Dinding pagar setinggi sekitar 2,5 meter itu berdiri di bantaran kali. Beberapa pohon besar tumbuh di dekat dinding pagar itu, tepat di bantaran kali. Bendera Merah Putih terpasang di dekat gerbang pagar.
Jika mengintip kedalam pagar, didalam terdapat bangunan rumah, yang sebagian besar terbuat dari ornamen kayu, tapi nampaknya bangunan tersebut tidak terawat, dan banyak rumput liar tumbuh disekitar rumah.
Diberitakan sebelumnya, sosok kontrovesial pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang ternyata memiliki aset rumah di Jalan Swadaya, RT 02/03, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, aset dengan luas ribuan meter tersebut bahkan sempat dikira ketua RT setempat akan dibangun pesantren.
Ketua RT 02/03, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Devi Romey Shinta mengatakan rumah tersebut memang milik pimpinan pondok pesantren Al Zaytun, rumah tersebut dibeli sejak 20 tahun lalu.
Baca Juga: Heboh Dugaan Penyimpangan di Ponpes Al-Zaytun, MUI Kabupaten Bogor: Kami Dukung Ridwan Kamil
"Iya, itu punya dia, Panji Gumilang. dari 2000 atau 2002 ya, sudah lama itu," kata Devi.
Menurut Devi, pihaknya juga kerap mempertanyakan pemilik aset di lingkungannya itu. Dia bahkan sempat mengira rumah tersebut akan dibuat menjadi pondok pesantren, karena besar dan luas.
"Luas itu, itu juga diperluas lagi, terus mau beli di sebelahnya juga. Saya tanya (kepada penjaga rumah) buat apa? Dibilangnya belum ada rencana apa-apa. Saya tanya, apa mau buat pesantren?" ungkap Devi mempertanyakan.
Devi mengatakan selama ini dirinya tidak pernah bertemu dengan pemilik rumah, komunikasi yang dilakukan selama ini hanya sebatas pada penjaga rumahnya saja. Dia mengaku tidak pernah bertemu dengan pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang.
"Kalau di sini mah nggak ada aktivitas, cuma asetnya doang. Kalau ketemu sama penjaganya doang sih sering," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya