Saddil Ramdani buka suara perihal kritik pedas dari publik perihal perbandingan penampilannya bersama Timnas Indonesia dengan klubnya, Sabah FC.
Seperti diketahui, Saddil tunjukkan permainan memukau bersama klub Malaysia dengan mencetak 1 gol dan 2 assist saat Sabah mengalahkan Kelantan United 3-0 di pekan ke-15 Liga Malaysia.
Saddil pun menjawab panjang lebar soal kritik netizen yang menyebutnya melempem dibanding saat membela Timnas Indonesia.
Kritik pedas kepada Saddil muncul saat ia jadi pemain pengganti saat Timnas Indonesia ditahan imbang tanpa gol melawan Palestina di FIFA Matchday.
Saddil tak terima dengan kritikan netizen. Dalam penjelasannnya, Saddil kemudian mengatakan bahwa selama membela Timnas Indonesia, ia tak diberi kebebasan dan jam bermain.
"Hello sebenarnya gue gak mau balas komen yang selalu ingin menjatuhkan mental gue. Tapi hari ini gue sedikit ada pembelaan buat diri gue sendiri, kenapa? Karena kalian tidak melihat dari situasi yang saya alami dan teman-teman lainnya di Timnas Indonesia," tulis Saddil Ramdani di unggahan Instagram Storiesnya, @saddilramdanii.
"Jadi gini kenapa sih kalian bandingin gue di Timnas sama di klub beda? Yaaa bedalahhh, emang gue sebagai pemain butuh namanya jam terbang dan kebebasan untuk bermain, apakah di timnas kami diberikan itu? Tidakkkk sama skali!!!," tegas Saddil Ramadani.
Saddil pun meminta netizen yang mengkritik penampilannya saat membela Timnas Indonesia untuk bisa lebih terbuka dalam berpikir.
"Kalian hanya melihat dari sudut yang tidak masuk akal, main hanya 15 menit 20 menit bahkan 7 menit terus kalian bilang 'gak bisa main di timnas gak bisa main melempem, asal-asalan mainnya, gocek mulu' lahhh terus kalau kita gak ningkatin kemampuan kita untuk hal seperti itu dan menambah kepercaan diri kita buat apa kita bermain dalam tuntutan kalian yang sok tahu,"
Baca Juga: Orang Tua Striker Sao Paulo Ingin Anaknya Bela Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2023
Saddil lebih lanjut meminta publik yang memberikan kritik untuk menyampaikan dengan cara lebih elegan dan bersifat membangun.
"Rubah dong menset dan pola pikirmu, kalian tidak berada di posisi kami, komen dan kritik yang membangun lah jangan buat kami semakin gelisah dengan kritik seperti ini, ingat kami pemain butuh jam terbang lebih dan kepercayaan yang penuh untuk bisa menyesuaikan dengan tim maupun meningkatkan mental,"
"Dan yg terakhir kalian bilang main di liga malaysia biasa aja? Hahah sudah berapa orang pulang dan gak sanggup main di sini karena tekanan dan tuntutan segala macam, kalau kalian tidak percaya silakan coba saja dan saya berharap bisa ada pemain lagi main disini," kata Saddil Ramdani.
"Cobaa tebak kalian kira gampang menyesuaikan disini? Saya butuh 3 tahun buat menyesuaikan agar bisa klop dengan team coach maupun menejemen, gue bukan siapa-siapa di sini paham? Gue tidak memiliki agen untuk diskusi di sini, tapi gue bersyukur memiliki coach @kurniawanqana yang membukakan jalan agar gw tetap bekerja keras sehingga gw diberi, jam terbang lebih maupun kerja lebih extra di sini untuk membantu tim bukan untuk diri gue sendiri," jelasnya.
Berita Terkait
-
Viral Video Diduga Hasil Editan Shin Tae-yong Sendiri Jadinya Bikin Kaget, Netizen Colek PSSI: Tolong lah!
-
Karena Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia? FIFA Datangkan Timnas Argentina ke Indonesia, Sosok Ini Buka-bukaan
-
Sedang Berguru di Luar Negeri, 4 Pemain Ini Bisa Perkuat Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023
-
Melempem di Timnas Indonesia, Saddil Ramdani Menggila di Sabah FC: Cetak 1 Gol dan 2 Assist!
-
Timnas Indonesia U-17 Harus Diisi Jebolan Garuda Select di Piala Dunia U-17 2023, Kenapa?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli