/
Rabu, 05 Juli 2023 | 14:53 WIB
Ketum PSSI Erick Thohir, Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono melakukan pemeriksaan Jakarta International Stadium (JIS). [Tangkapan layar Instagram @undercover.id]

Usai dilakukan pemeriksaan terhadap Jakarta International Stadium (JIS) dalam rangka persiapan Piala Dunia U-17 2023, rumput di stadion yang dibangun ketika Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta disebut tak masuk standar FIFA

Rumput JIS disebut tak masuk standar FIFA saat Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono, Ketum PSSI, Erick Thohir serta Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono melakukan pemeriksaan, Selasa (4/7/2023) kemarin.

Terkait pemeriksaan yang dilakukan PUPR dan PSSI itu, banyak netizen yang merepon negatif. Mereka menuding pemeriksaan JIS itu terkesan politis. 

Karenanya, cukup banyak netizen yang mendesak untuk langsung mendatangkan FIFA untuk memerisa langsung apakah rumput di JIS masuk standar FIFA atau tidak.

"Datangkan saja orang fifa sudah standard apa belum," tulis akun @hr***.m mengomentari unggahan video yang kembali diunggah di akun Instagram @undercover.id.

"Standar FIFA bukan standar PSSI," ungkap akun @hel*****ndi.

"Kalau untuk kegiatan FIFA, ya assessornya dari FIFA lah pak. Jangan yang sekelas assessor SEA GAMES. Ya beda standarlah. Coba undang dulu orang FIFA yang punya acara, ajak ke stadionnya, biar mereka yg menilai, yang mana yg sudah sesuai, yang mana yang belum sesuai. Kalo menilai dengan kriteria yang berbeda, ya hasilnya pasti bedalah," ujar @hid**********81.

"waktu itu udh di cek FIFA beneran, sesuai kriteria ko.. ehh ini katanya GA SESUAI pdhl yg cek gaada dr FIFA hahaha.. lucu emg kadang.. dan vendornya pun yg nanganin GBK, liat aja GBK terus²an di obrak abrik, eehh ini diminta cek ama vendor saingan HAHA.. trus, nanya ke kontraktor, yaahh pasti dikasih solusinya buat ganti laahh erick hahaha mana ada kontraktor bilang "ini masih oke" HAHAHA... yg ditakutin, nanti setelah diotak-atik malah makin jelek kualitasnya (dan kayanya PASTI siih)...," imbuh @fur***.*****kar.

Pemeriksaan Jakarta International Stadium (JIS)

Baca Juga: Takut Kena Hukum FIFA seperti Indonesia, Ketua Umum PSSI-nya Thailand Batal Mundur

Menjelang laga sepak bola dunia yakni Piala Duni U-17 2023 yang bakal digelar di Indonesia, sejumlah persiapan nampaknya sudah mulai dilakukan pemerintah.

Salah satunya dengan melakukan pengecekan terhadap sejumlah stadion yang bakal digunakan sebagai venue Piala Dunia U-17 2023. 

Salah satu stadion yang diperiksa oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonedia (PSSI) adalah Jakarta International Stadium (JIS).

Dalam pemeriksaan tersebut turut hadir Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono, Ketum PSSI, Erick Thohir serta Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Dalam pemeriksaannya, Basuki Hadimuljono menyebut rumput di JIS tidak masuk standar FIFA.

Basuki bahkan berencana bakal mengganti rumput di stadion yang dibangun di masa Anies Baaswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu agar tetap bisa menggelar Piala Duni U-17 2023.

"Hari ini kami melihat JIS, stadion yang bagus, namun kami evaluasi. Kalau nanti dievaluasi FIFA mudah mudahan sudah bisa dapat memenuhi standar. Di antaranya salah satu yang utama adalah rumput," kata Basuki dikutip dari akun Instagram @undercover.id.

Kata Basuki, orang yang mengevaluasi JIS merupakan pihak ahli yang juga mengevaluasi 22 stadion lain termasuk yang memasang rumput di GBK. Ia pun menyebut kondisi rumput JIS saat ini tidak masuk standar FIFA.

"Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang," ungkapnya.

Basuki mengatakan, berdasarkan Chairman Karya Rama Prima (KaerPe), Qamal Mustaqim, perusahaan yang mengurus rumput Stadion GBK, rumput di JIS harus diganti semuanya.

"Namun ada solusinya. Kita akan ganti semua rumput tersebut, sesuai dengan ahlinya beliau (Qamal). Pak Qamal sebagai ahli agronomi untuk rumput di stadion. Menurut beliau, harus diganti, kalau mau tiga bulan bisa dipakai. Itu jangka pendek saja," papar Basuki.

"Nanti kalau jangka panjangnya, mungkin harus diubah rumputnya. Jadi itu salah satunya, rumput yang sekarang tidak dapat memenuhi kriteria FIFA sesuai dengan pengalaman beliau. Itu akan diganti dengan rumput yang lain untuk bisa dipakai (Piala Dunia) U-17," sambung Basuki.

Lebih lanjut, Basuki menyebut pihaknya akan melakukan sejumlah renovasi terhadap fasilitas JIS, termasuk akses masuk dan keluar stadion yang saat ini hanya satu pintu. 

Menteri PUR ini pun berharap JIS bisa masuk standar FIFA untuk menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023 nanti.

Unggahan akun Instagram @undercover.id terkait Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono, Ketum PSSI, Erick Thohir serta Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono memeriksa JIS itu pun sontak menuai banyak respon netizen yang melihatnya.

Banyak netizen yang menganggap pengecekan JIS bernuansa politik dan dituding sebagai langkah agar nama Anies Baswedan tak melambung tinggi.

"Bola campur politik jadi begini ,ogah nama Anies melambung tinggi padahal rumput standard masih renovasi ,itu politik begitu JAHAT," kata jen********05 mengomentari unggahan tersebut.

"Gara gara politik, lapangan udah bagus masa iya ga standar fifa?," ungkap kha*******930

"butuh 6M buat ngancurin nama orang dan bikin plakat (emoji tertawa 3x)," sindir @kel*********07 ikut berkomentar.

"Yaelahhh segini amat mau bunuh karakter orang," ujar @idu*****id.

"Itu rumput JIS yg dicek sama Erik, Heru, Basuki, rumput yg diluar area lapangan sepakbola. Niat menghilangkan hasil kerja pejabat sebelumnya aja, pakai kebanyakan drama, sama ngabisin duit. Ga perlu segitu ribednya. Pasang aja plakat atau prasasti bertanda tangan pejabat tertinggi atau kepala negara rejim saat ini di lokasi paling strategis di stadion. Lalu beritakan upacara penanda tanganan secara live se di TV nasional," imbuh deb*******iko.

Kontributor: Mira Puspito

Load More