Beredar informasi bahwa induk sepak bola dunia, FIFA, mengecam Jakarta International Stadium (JIS) saat mengecek venue Piala Dunia U-17 2023. Benarkah?
Informasi tersebut disebarkan oleh kanal YouTube GARUDA JAYA yang terlihat dari Thumbnail dan judul untuk video yang diunggahnya.
Dalam Thumbnail video, terlihat wajah Gianni Infantino selaku Presiden FIFA dan Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI tengah tertawa dengan kalimat FIFA kritik JIS di bagian bawahnya.
Lalu informasi itu diperkuat oleh judul yang digunakan kanal GARUDA JAYA yang menyebut FIFA mengecam stadion yang terletak di Jakarta tersebut.
“KABAR MENGEJUTKAN !! FIFA Kecam Stadion JIS Saat Pengecekan Piala Dunia U-17,” bunyi judul video yang diunggah GARUDA JAYA.
Hingga artikel ini dibuat, Sabtu (1/7), video tersebut telah ditonton sebanyak 8 ribu kali dan menuai 72 komentar dari netizen Tanah Air.
Lantas, benarkah FIFA kecam JIS saat pengecekan Piala Dunia U-17? Selengkapnya akan terjawab melalui Penjelasan Cek Fakta dan kesimpulan artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta
Video dibuka cuplikan video pernyataan Erick Thohir yang menyebut Stadion JIS dan melanjutkan pernyataannya dengan FIFA akan meninjau ulang.
Baca Juga: CEK FAKTA: Marselino Ferdinan Buat Pelatih KMSK Deinze Geleng-geleng Saat Latihan
Video kemudian dilanjutkan dengan narasi bahwa FIFA mengecam Stadion JIS serta klaim bahwa tim FIFA tengah melakukan pengecekan di Jakarta jelang Piala Dunia U-17 2023.
Video GARUDA JAYA itu kemudian melanjutkan dengan narasi bahwa FIFA tak ragu mengeluarkan pernyataan yang mengecam Stadion JIS.
Video tersebut juga mengklaim bahwa FIFA tak terkesan dengan Stadion JIS dan kecewa dengan seluruh fasilitas dalam stadion tersebut.
Narasi video tersebut kemudian menyebut FIFA membongkar kekurangan Stadion JIS yakni soal sarana dan prasarana, kondisi lapangan yang kurang sempurna, serta sistem keamanan yang kurang memadai.
Bahkan video itu mengutip pernyataan Ketua Tim Pengecekan FIFA, John Anderson, yang mengaku kecewa dengan kondisi Stadion JIS.
Lalu video tersebut menyebutkan bahwa pernyataan John Anderson itu menjadi viral di media sosial dan membuat pecinta sepak bola Indonesia mempertanyakan kesungguhan pemerintah dalam menggelar Piala Dunia U-17 2023.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Marselino Ferdinan Buat Pelatih KMSK Deinze Geleng-geleng Saat Latihan
-
Ranking FIFA Negara ASEAN Juni 2023, Indonesia Masih di Bawah Vietnam dan Thailand
-
CEK FAKTA: Elkan Baggott Gabung Klub Cristiano Ronaldo Al Nassr, Benarkah?
-
CEK FAKTA: KPI Boikot Syahnaz dan Rendy Kjaernett, Raffi Ahmad Syok?
-
CEK FAKTA: Uya Kuya Bongkar Kebohongan Syahnaz, Jeje Govinda Ngamuk ke Rendy Kjaernett
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Jazz Goes To Campus 2026 Hadir di TIM, Gandeng Erwin Gutawa hingga Tohpati
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
Misi Tiga Poin di Markas City: Mikel Arteta Tolak Strategi 'Parkir Bus'!
-
Netizen Shock Harga Bensin Mendadak Naik, Dulu Rp1,4 Juta Kini Rp2,3 Juta
-
Minta Warga Panipahan yang Aksi Serahkan Diri, Polda Riau Akhirnya Klarifikasi
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Ni Luh Djelantik Sentil Keras I Wayan Koster, Kritik Gubernur Bali Minim Empati
-
Waga non Kaltim Tak Boleh Nyinyiri Rudy Mas'ud, Pakar Komunikasi: Fenomena Defensif
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!