/
Sabtu, 22 Juli 2023 | 15:32 WIB
Presiden Jokowi menjadi Inspektur Upacara Peringatan ke-63 Hari Bhakti Adhyaksa atau HUT Kejaksaan RI di Jakarta, Sabtu (22/7/2023). ([Tangkapan Layar YouTube Setkab])

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Kejaksaan Agung dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat. Ini mengingat tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap lembaga penegak hukum tersebut.

Jokowi mengatakan mengetahui ada oknum jaksa yang mempermainkan hukum. Hal itu disampaikannya saat menjadi inspektur upacara pada Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke-63 atau HUT Kejaksaan RI.

"Jangan ada lagi aparat kejaksaan, meskipun saya tahu ini oknum, yang mempermainkan hukum, yang menitip rekanan proyek, yang menitip barang impor dan berbagai tindakan tidak terpuji lainnya meskipun sekali lagi saya tahu ini oknum," kata Presiden Jokowi di halaman Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Sabtu (22/7/2023).

"Aparat yang bersih dan akuntabel itu wajib, perbaiki terus akuntabilitas aparat dan perbaiki terus pelayanan kepada masyarakat," tambah Presiden.

Jokowi juga menegaskan bahwa pesan tersebut tidak hanya berlaku untuk para jaksa di Kejaksaan Agung.

"Pesan saya ini juga tidak hanya berlaku untuk aparat kejaksaan, tetapi untuk semua aparat penegak hukum kita, termasuk Polri, KPK, termasuk pula pengawas dan auditor di tingkat pusat maupun di daerah," tegas Presiden.

Apalagi, menurut Presiden Jokowi, kewenangan Kejaksaan Agung itu sangat besar.

"Sekali lagi kewenangan kejaksaan itu sangat besar. Kewenangan penyidikan, kewenangan penuntutan, kewenangan perampasan dan pengembalian aset, dan masih ada kewenangan-kewenangan lainnya," ungkap Presiden.

Dikatakan pula bahwa kewenangan besar itu harus dimanfaatkan secara benar, harus dimanfaatkan secara profesional secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Pakai Baju Garis Hitam Putih, Ganjar: Desainnya dari Pak Jokowi

"Peran jaksa sebagai pengacara negara juga sangat penting untuk melindungi kepentingan negara, mencegah penyalahgunaan keuangan negara, mempertahankan dan mengembalikan aset negara, termasuk menyelesaikan sengketa tanah negara dan sengketa perdagangan internasional," tegas Presiden.

Jokowi mengatakan, berdasar salah satu lembaga survei pada bulan Agustus 2022 menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung sebesar 75,3 persen.

"Itu tahun 2022 bulan Agustus, sekarang pada bulan Juli 2023 tingkat kepercayaan publik terhadap kejaksaan mencapai 81,2 persen. Ini sangat tinggi, ini angka tertinggi dalam kurun 9 tahun terakhir, saya ingin mengucapkan selamat," kata Presiden disambut dengan tepuk tangan peserta upacara.

Namun, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar Kejaksaan Agung berhati-hati.

"Saya senang trust terhadap kejaksaan, kepercayaan publik terhadap kejaksaan terus meningkat. Namun, hati-hati mempertahankan. Meningkatkan kepercayaan masyarakat itu tidak gampang, jangan cepat berpuas diri," tegas Jokowi.

"Kepercayaan masyarakat ini harus dipertahankan, kepercayaan masyarakat ini harus ditingkatkan, dan kepercayaan publik ini harus dipertahankan serta diperbaiki," sambungnya.

Load More