Bupati Gorontalo inisial NP dilaporkan oleh seorang wanita IA kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui Inspektorat Jenderal Kemendagri pada Kamis (3/8).
IA melaporkan Bupati Gorontalo itu lantaran merasa dirugikan karena tak kunjung dinikahi dan hanya berstatus istri siri. Selain itu, Bupati Gorontalo tersebut menurut IA juga sempat melakukan penganiayaan kepada dirinya.
NP bahkan sempat mengancam IA akan menyebarkan foto dan video bugil miliknya. IA mengatakan bahwa Bupati Gorontalo itu kerap meminta foto dan video telanjang kepada dirinya, jika tak dituruti akan diancam tidak akan dinikahi.
"Karena yang minta foto-foto dan video telanjang saya itu suami dia, NP yang maksa-maksa minta, kalau gak dikasih saya diancam tidak akan dinikahi," ungkapnya seperti dikutip dari Suara.com
Hubungan terlarang antara Bupati Gorontalo dengan IA ini sempat diketahui istri sang bupati, FN. Istri bupati Gorontalo itu bahkan sempat melakukan penganiayaan kepada dirinya.
FN bahkan sempat melakukan penganiayaan terhadap Ifana yang berujung pada membuat laporan ke pihak kepolisian.
Namun, NP malah memohon-mohon kepada Ifana untuk mencabut laporan di Polda Gorontalo.
"FN sujud-sujud di kaki saya meminta maaf, minta berdamai agar mencabut laporan saya di Polda. Saya diminta untuk mendandatangani surat pernyataan perdamaian dan surat pencabutan laporan FN di Polda Gorontalo yang telah disiapkan mereka," kata IA.
Profil Bupati Gorontalo
Sosok NP dianggap tokoh terpandang di Gorontalo. Ia kelahiran Limboto, Gorontalo pada 24 Desember 1962.
Laki-laki berusia 62 tahun itu merupakan politisi partai Islam, Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dari pernikahannya dengan istri sah, FN, NP memiliki 5 orang anak. Sebelum terjun ke dunia politik, NP tercatat pernah menjadi rektor universitas Islam di Gorontalo.
Ia juga sempat jadi rektor pertama di kampus negeri Gorontalo. Jabatan itu ia emban dari 2002 hingga 2010.
NP menempuh pendidikan dari sekolah dasar hingga SMA di Limboto, Gorontalo. Ia lantas melanjutkan pendidikan S1 di Manado.
Bupati Gorontalo itu kemudian mendapatkan gelar magister dan doktor dari salah satu kampus keguruan di Jakarta.
Berita Terkait
-
Kacau! Bupati Gorontalo Diduga Sering Minta Foto dan Video Syur ke Seorang Wanita, Ancam Bakal Disebar Kalau Tak Nurut
-
Jalin Hubungan bak Suami Istri Tapi Tak Kunjung Dinikahi, Wanita Ini Laporkan Bupati Gorontalo ke Mendagri Tito
-
Bertandang ke Markas PSI yang Disebut Dukung Ganjar di Pilpres 2024, PPP Salut dengan Sikap Gerindra
-
Diyakini jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Ini Kata Sandiaga Uno
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena