Aji Santoso diistirahatkan oleh manajemen Persebaya pasca kekalahan 1-2 dari Persikabo 1973 dalam lanjutan BRI Liga 1 2023/24, Jumat (4/8). Usai pertandingan, Aji Santoso sempat menemui pendukung Persebaya, Bonek di luar stadion.
Dalam video yang dibagikan akun Twitter @Green_Nord27, Aji Santoso mengingatkan bonek bahwa dirinya ialah pencetak sejarah bagi Persebaya.
Aji mengulas kembali cerita masa lalu saat ia mampu membawa Persebaya menang di Jakarta setelah 23 tahun.
"Boleh kalian mencaci saya, tapi kalian juga harus ingat bahwa saya salah satunya membuat sejarah. 23 tahun tak pernah menang di Jakarta, menang," kata Aji Santoso.
"23 tahun tak pernah di Arema, menang. Itu harus diakui. Walaupun kali ini saya gagal. Ya, itu harus diakui," tambah Aji.
Aji Santoso pun menegaskan kepada Bonek untuk tidak menyalahkan manajemen, staf pelatih ataupun pemain atas hasil buruk Persebaya, ia yang akan bertanggung jawab.
Namun ungkapan Aji Santoso soal catatan sejarah yang ia ukir bersama Persebaya justru mendapat respon menohok dari bonek.
Salah satu bonek menjawab pernyataan Aji Santoso dengan mengatakan bahwa lambang Persebaya itu melebihi catatan sejarah yang dicetak pelatih kelahiran Malang itu.
"Sejarah memang harus diingat. Akan tetapi, ingat, lambang Persebaya itu melebihi apa yang Aji Santoso dapatkan," ucap salah satu bonek.
Baca Juga: Witan Sulaeman Jadi Bahan Eskperimen Thomas Doll di Laga Kontra Persebaya
Aji Santoso diistirahatkan oleh manajemen Persebaya pasca kekalahan Bajul Ijo 1-2 dari Persikabo 1973. Keputusan ini disampaikan manajemen Persebaya pada Jumat (4/8) malam.
"Manajemen Persebaya memutuskan untuk mengistirahatkan head coach Aji Santoso, setelah kembali meraih hasil buruk di kandang, kalah 1-2 dari Persikabo 1973," tulis pernyataan resmi Persebaya.
Menurut pihak manajemen, keputusan ini diambil karena dengan kekalahan dari Persikabo, Aji Santoso tak bisa memenuhi target klub mampu meraih 7 poin di tiga pertandingan terakhir.
"Keputusan ini dibuat karena tim sudah tidak mungkin memenuhi target tujuh poin yang dicanangkan dalam tiga pertandingan," sambung pernyataan resmi klub.
Keputusan yang diambil oleh manajemen Persebaya memang mau tak mau harus dilakukan. Aji Santoso memang tidak cukup maksimal membuat Persebaya jadi tim berbahaya pada musim ini.
Berita Terkait
-
Rahmad Darmawan Bongkar Kesalahan Barito Putera Jelang Lawan Arema FC: Banyak Peluang Tapi Tidak Sukses
-
Kejamnya BRI Liga 1 2023/24: Baru 6 Pekan, 5 Pelatih Kehilangan Mata Pencarian, Teranyar Aji Santoso
-
Breaking News! Debut Cuma Raih Hasil Imbang, Bojan Hodak Soroti Kesalahan Pemain Persib
-
Pemain Persebaya Masih Ingin Dilatih Aji Santoso, Reva Adi: Semua Saling Motivasi, Jangan Saling Menyalahkan!
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan