Rans Nusantara FC saat ini berada di peringkat kedua klasemen BRI Liga 1 2023/24. Rans Nusantara FC mengumpulkan 15 poin, hasil dari 4 kali menang, 3 kali imbang dan 1 kali kalah.
Anak asuh Eduardo Almeida itu hanya memiliki selisih 1 poin dari pemuncak klasemen Madura United. Rans Nusantara pada pertandingan terakhir sukses meraih kemenangan 1-0 atas Arema FC.
Pada laga selanjutnya, klub yang dimiliki Raffi Ahmad ini bakal melawan Dewa United pada 19 Agustus 2023 di Stadion Maguwoharjo.
Catatan impresif Rans Nusantara FC ini patut diapresiasi. Apalagi jika melihat capaian mereka di BRI Liga 1 musim lalu.
Yang menarik, meski saat ini bertengger di posisi kedua klasemen BRI Liga 1 2023/24, Rans Nusantara ternyata hanya berperingkat 5441 dunia.
Peringkat ini seperti dikutip dari data Opta Analyst, salah satu laman yang memuat data statistik sepak bola dari seluruh dunia.
Rans Nusantara berada di posisi ke-5441 klub terbaik di dunia. Rans dalam data Opta memiliki rating 51,4.
Sementara itu, peringkat pertama klasemen BRI Liga 1 2023/24, Madura United berada di 3299 jika merujuk pada data Opta dengan rating 57,6.
Opta menyebut bahwa data mereka ini per 24 Januari 2023. Lantas seperti apa Opta menyusun daftar peringkat tersebut?
Baca Juga: Jadi Presiden Klub, El Rumi Targetkan Nusantara United Promosi BRI Liga 1 Musim Depan
Opta dalam penjelasannya menjabarkan banyak faktor untuk menyusun rangking klub terbaik di dunia.
Salah satunya analisis hasil pertandingan masing-masing klub, berapa gol yang mereka cetak saat bertemu lawan yang lebih berat, ada juga faktor menit bermain pemain andalan di masing-masing klub.
Selain itu ada juga faktor soal pemain muda yang dimainkan di klub sepanjang 2022 kemarin. Selain itu juga terdapat penilaian soal kualtias liga di masing-masing negara.
Yang menarik Opta setelah mendapat data kemudian menggunakan Sistem peringkat Elo untuk hasilkan rangking klub terbaik di dunia.
Sistem peringkat Elo adalah suatu metode untuk menghitung tingkat keterampilan (skill) relatif pemain pada permainan jumlah-nol (zero-sum) seperti catur dan go.
Sistem Elo diciptakan sebagai perbaikan sistem peringkat catur dari sistem Harkness yang digunakan sebelumnya.
Berita Terkait
-
Ternyata Karena Ini Aura Kasih Viral, Sebut Istri Raffi Ahmad Gendut: Masih Bego
-
Video Dirinya Bilang Nagita Slavina Gendut Viral Lagi, Ini Klarifikasi Aura Kasih
-
Video Lawasnya Sebut Nagita Slavina Gemuk Viral Lagi, Begini Respons Aura Kasih
-
Daftar Pemain ASEAN di BRI Liga 1 2023-2024, Mana yang Paling Bersinar?
-
Bikin Heran, Raffi Ahmad Bakal Beli Mobil Baru Hanya Karena Rafathar Sudah Makin Tinggi: Pengin yang Lebih Nyaman
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Daftar Lengkap Pemenang APFI 2026: Dari Tragedi Banjir Hingga Kutukan Mandalika
-
Sejumlah SPBU Pertamina Tak Lagi Jual Pertalite, Ini Alasannya
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
CEO Sony Bahas PS6, Ungkap Krisis Memori Bakal Berdampak ke Harga Konsol
-
Gandeng Satpol PP, Kemendagri Luncurkan Strategi Indonesia ASRI Demi Keamanan dan Keindahan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
Dikomplain Andre Taulany, Erin Beberkan Kendala Hapus Nama Taulany di Akun Medsos