- Polres Malang menetapkan empat orang tersangka atas kasus pengeroyokan dan perusakan kendaraan di Pantai Wedi Awu, Kabupaten Malang.
- Insiden yang terjadi pada 5 Mei 2024 itu menyebabkan enam kendaraan rusak dan enam wisatawan asal Surabaya terluka.
- Polisi menyatakan kericuhan dipicu lirik lagu yang menyinggung warga setempat, dengan dugaan keterlibatan massa mencapai sekitar 100 orang.
Suara.com - Polres Malang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan kendaraan dan pengeroyokan terhadap rombongan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wedi Awu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan tiga tersangka berinisial A, Z, dan Y telah ditahan, sementara satu tersangka lainnya berinisial M segera menyusul ditetapkan secara resmi.
"Yang telah ditetapkan dan menahan tiga orang tersangka, yakni A, Z, dan Y. Sedangkan, satu lainnya berinisial M akan ditetapkan hari ini sebagai tersangka, semuanya dari Malang Raya," kata Taat dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Jumat.
Peristiwa itu menyebabkan enam kendaraan roda empat mengalami kerusakan dan enam wisatawan dari total 72 orang rombongan mengalami luka-luka.
Polisi mengungkap satu mobil yang menjadi sasaran perusakan ternyata bukan milik rombongan wisatawan, melainkan milik warga yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
"Kebetulan mobil itu milik masyarakat dan berada di lokasi (saat kejadian berlangsung) sehingga penanganan kasus ini didasarkan pada dua laporan polisi," ujarnya.
Berdasarkan hasil penyidikan, insiden terjadi pada Selasa (5/5) sekitar pukul 03.00 WIB. Ketiga tersangka disebut terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan dan perusakan secara bersama-sama.
Para pelaku diduga melakukan pelemparan batu hingga mencoret kendaraan roda empat yang terparkir di area penginapan Pantai Wedi Awu.
Sementara itu, tersangka M diduga berperan menggerakkan massa menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
"Dia (M) menghasut, mengajak kelompok masa menuju ke lokasi peristiwa," ujarnya.
Atas perbuatannya, tersangka A, Z, dan Y dijerat Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pengeroyokan serta Pasal 521 tentang perusakan.
Sedangkan tersangka M dikenakan Pasal 246 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang penghasutan.
Kepolisian menduga kericuhan dipicu sejumlah wisatawan yang menyanyikan lagu dengan lirik bernada menyinggung kelompok masyarakat tertentu.
Meski demikian, penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam kejadian tersebut. Polisi memperkirakan ada sekitar 100 orang yang terlibat dalam aksi massa itu.
"Jumlahnya sekitar 100 tetapi ini masih perkiraan dengan melakukan identifikasi terhadap 12 titik CCTV. Lalu, jumlah saksi yang telah diperiksa 20 orang," tuturnya.
Berita Terkait
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Masakan Bu Rudy Dibawa ke Kafe Modern, Ada Nasi Cumi Hitam hingga Lidah Komplit
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana