Baru-baru ini beredar video yang mengklaim Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sebesar Rp2,3 triliun dikorupsi Anies Baswedan.
Klaim tersebut juga menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung gerak cepat menjemput paksa Anies Baswedan.
Klaim Anies Baswedan korupsi dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp2,3 triliun hingga KPK gerak cepat jemput paksa beredar melalui video yang diunggah salah atau aku Youtube.
“2,3 TRILIUN DANA APBD DKI DIKORUPSI KPK GERAK CEPAT JEMPUT PAKSA ANIES BASWEDAN,” tulis keterangan judul video tersebut dikutip dari turnbackhoax.id.
Lantas, benarkah klaim Anies Baswedan korupsi dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp2,3 triliun hingga KPK gerak cepat jemput paksa? selengkapnya akan terjawab melalui artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta
Video berisi klaim Anies Baswedan korupsi dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp2,3 triliun hingga KPK gerak cepat jemput paksa beredar melalui salah satu akun Youtube.
Video tersebut memperlihatkan thumbnail dengan foto Anies Baswedan didatangi KPK. Faktanya thumbnail tersebut adalah hasil manipulasi aplikasi pengolah gambar.
Setelah ditelusuri melalui penelusuran Google Image Search, ditemukan foto yang identik dengan orang yang memakai rompi berlambang KPK.
Foto asli tersebut ternyata adalah foto penyidik KPK saat melakukan penyitaan terkait skandal korupsi infrastruktur di Kutai Timur (Kutim), Kamis (9/07/2020).
Foto tersebut dapat dilihat pada artikel Altualborneo.com dengan judul “Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Terkait Skandal Korupsi Proyek Infrastruktur Kutim.”
Klaim Anies Baswedan terlibat dalam kasus korupsi APBD DKI Jakarta juga merupakan hoaks. Sebelum ini,
Turnbackhoax.id juga pernah menulis artikel mengenai hal tersebut.
Dalam artikel sebelumnya, tertulis bahwa penetapan Anies Baswedan sebagai tersangka kasus korupsi adalah informasi yang salah.
Ternyata kelebihan dana sebesar Rp23,3 Triliun merupakan tunjangan profesi guru (TPG) dan statusnya dikembalikan ke APBN. Klaim-klaim serupa sudah sering muncul pada tahun 2022 lalu.
Kesimpulan
Berdasarkan Penjelasan Cek Fakta di atas, thumbnail video tersebut merupakan manipulasi. Pengunggah menggabungkan beberapa foto yang berbeda ke dalam satu frame.
Foto orang dengan rompi KPK merupakan penyidik KPK yang tengah menyita dokumen skandal suap insfratruktur Kutai Timur pada tahun 2022.
Dalam video tersebut ternyata tidak ditemukan penjelasan tentang kronologi penangkapan Anies Baswedan. Karenanya, dapat disimpulkan konten tersebut termasuk konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
Viral! Kyai Ini Sebut Rocky Gerung Adalah Rasulullah Utusan Allah, Publik: Guru Spiritual Anies Bukan?
-
Anies Baswedan Setuju Duet dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Bahkan Siap Jadi Cawapres, Benarkah?
-
Anies Baswedan Gagal Nyapres Karena Demokrat Hengkang dari Koalisi Perubahan, Benarkah?
-
Benarkah Ganjar Pranowo Keturunan Belanda, Anies Baswedan Keturunan Pahlawan, Pilih Mana?
-
Megawati Syok Berat, Jokowi Diam-diam Paksa Duetkan Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo, Benarkah?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Performa Gacor, Brentford Perpanjang Kontrak Keith Andrews hingga 2032
-
Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
-
Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Hector Souto Ungkap Alasan Panggil Nama-nama Baru untuk Piala AFF Futsal 2026
-
Apa Hukumnya Ikut Tarawih tapi Belum Salat Badiyah Isya? Ini Kata Buya Yahya
-
Bingung Pilih Toyota Avanza atau Rush Biar Tabungan Tak Terkuras? Ini Dia yang Paling Menguntungkan
-
Berapa Daya Angkut Pick Up Mahindra Scorpio? Akan Dipakai Agrinas, Unggul dari Suzuki Carry
-
Buku American Born Chinese, Krisis Identitas Generasi Kedua
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!