Baru-baru ini beredar klaim yang menyebut Ganjar Pranowo diusir paksa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pilih dukung Anies Baswedan di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang.
Klaim Ganjar Pranowo diusir paksa PPP yang pilih dukung Anies Baswedan beredar melalui sebuah video yang diunggah kanal Youtube Politik Rakyat Indonesia pada 24 Agustus 2023.
“GEGER !! GANJAR DI USIR PAKSA PPP || PERLAWANAN MENGERIKAN PILIH & BERI DUKUNGAN KE ANIES,” tulis kanal Youtube tersebut sebagai keterangan unggahannya dikutip dari turnbackhoax.id.
Lantas, benarkah klaim Ganjar Pranowo diusir paksa PPP yang pilih dukung Anies Baswedan? selengkapnya akan terjawab melalui artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta
Video berisi klaim klaim Ganjar Pranowo diusir paksa PPP yang pilih dukung Anies Baswedan beredar melalui video yang diunggah kanal YouTube Politik Rakyat Indonesia pada 24 Agustus 2023 lalu.
Namun, usai dilakukan penelusuran lebih lanjut, judul dalam unggahan video itu tidak sesuai dengan isi. Video berdurasi 5 menit 52 detik itu menyampaikan narasi berbeda dengan judul.
Dalam judul dituliskan Ganjar diusir oleh PPP, namun narator dalam video tersebut tidak ada pembahasan yang menyebutkan PPP mengusir Gubernur Jawa Tengah itu.
Faktanya, unggahan tersebut membahas artikel berjudul “Organ Sayap PPP di Pusat hingga Daerah Dukung Anies Baswedan” yang diunggah pada laman medcom.id tanggal 14 Agustus 2023 lalu.
Baca Juga: Tolak Ajakan Ganjar Pranowo, Gibran Pilih Jadi Cawapres Anies Baswedan, Benarkah?
Isi artikel tersebut ternyata membahas dukungan yang diberikan GPK sebagai organisasi underbow PPP kepada Anies pada pemilu 2024.
Berbeda dengan PPP yang mendukung Ganjar, menurut Tommy sebagai ketua umum GPK mempunyai hak untuk mendukung siapa capres yang akan maju 2024, sehingga GPK pusat hingga daerah kompak mendukung Anies pada pemilu 2024.
Kesimpulan
Berdasarkan Penjelasan Cek Fakta di atas, unggahan video dengan klaim Ganjar diusir paksa oleh PPP. Unggahan tersebut hanya menarasikan artikel tentang dukungan GPK terhadap Anies sebagai capres 2024.
Karenanya, dapat disimpulkan video yang diunggah kanal Youtube Politik Rakyat Indonesia termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
Tolak Ajakan Ganjar Pranowo, Gibran Pilih Jadi Cawapres Anies Baswedan, Benarkah?
-
Ahok Beberkan Bukti Korupsi Anies Baswedan di Depan Publik, Benarkah?
-
Anak Keturunan PKI Teriak-teriak Menangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Benarkah?
-
Tidak Pernah Juara, Shin Tae-yong Resmi Dipecat Digantikan Indra Sjafri, Benarkah?
-
Nama Pj Gubernur Jawa Tengah Pengganti Ganjar Pranowo Ditentukan Pekan Ini
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol