/
Sabtu, 02 September 2023 | 14:53 WIB
Sejarah dan Lirik Lagu Yaa Lal Wathan yang Berkumandang di Deklarasi Anies-Cak Imin. (nuonline.com)

Deklarasi Anies-Cak Imin berlangsung di Hotel Majapahit, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9). Kedua pasangan bakal capres dan cawapres ini bakal bertarung di Pilpres 2024 didukung partai Nasdem, PKB dan PKS. 

Saat deklarasi Anies-Cak Imin hari ini di Surabaya, lagu Indonesia Raya berkumandang dilanjutkan dengan lagu Yaa Lal Wathan. Tampak para kader PKB yang hadir ikut bersama-sama menyanyikan lagu Yaa Lal Wathan. 

Lagu Yaa Lal Wathan memang kerap dinyanyikan di berbagai acara dari Nahdlatul Ulama (NU). 

Menariknya, fakta sejarah menyebutkan "Yaa Lal Wathan" sendiri sudah dikumandangkan sejak 1934, sebelum Indonesia Merdeka. 

Lagu ini sendiri diciptakan oleh KH Wahab Hasbullah. Ia adalah alah satu ulama pendiri Nahdatul Ulama yang berpandangan modern dan diplomatis sekaligus kiai asal Pondok Pesantren Bahrum Ulum Tambakberas, Jombang.

Sosok Abdul Wahab Hasbullah oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2014 diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. 

Lagu Yaa Lal Wathan sendiri bermakna cinta tanah air. Lagu ini juga bentuk perjuangan para pejuang melawan penjajah Belanda. 

Berikut lirik lagu Yaa Lal Watha: 

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon 
Hubbul Wathon minal Iman 
Wala Takun minal Hirman 
Inhadlu Alal Wathon 
Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon 
Hubbul Wathon minal Iman 
Wala Takun minal Hirman 
Inhadlu Alal Wathon 
Indonesia Biladi 
Anta ‘Unwanul Fakhoma 
Kullu May Ya’tika Yauma 
Thomihay Yalqo Himama 
Kullu May Ya’tika Yauma 
Thomihay Yalqo Himama 

Baca Juga: Anies Pasang Badan Tolak Cak Imin dan Pilih AHY sebagai Cawapres di Pilpres 2024, Benarkah?

Pusaka hati wahai tanah airku 
Cintamu dalam imanku 
Jangan halangkan nasibmu 
Bangkitlah hai bangsaku 
Pusaka hati wahai tanah airku 
Cintamu dalam imanku 
Jangan halangkan nasibmu 
Bangkitlah hai bangsaku 
Indonesia negeriku 
Engkau panji martabatku 
Siapa datang mengancammu 
Kan binasa di bawah durimu 
Siapa datang mengancammu 
Kan binasa di bawah durimu

Load More