Viral video bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Perubahan Persatuan (KPP) Anies Baswedan mengurai soal fakta sejarah terbentuknya negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).
Anies dalam video yang viral di sosial media itu seperti sedang memberikan kuliah umum. Di video itu, pasangan dari Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024 itu menyebut soal Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Republik Indonesia.
"Jangan pernah lupakan, bahwa sempat Indonesia itu, Republik Indonesia jadi bagian kecil dari sebuah Republik Indonesia Serikat (RIS," kata Anies dalam video tersebut.
"Republik Indonesia hanya bagian kecil. Republik Indonesia presidennya Soekarno, Republik Indonesia Serikat, presidennya Mr Assaat. Ini fakta sejarah," tambah Anies.
Nah pernyataan Anies Baswedan itu rupanya keliru. Hal tersebut disampaikan oleh sejarawan Bonnie Triyana di cuitan akun Twitter miliknya.
Bonnie meluruskan pernyataan Anies soal Soekarno dan Mr Assaat. Kata Bonie, Anies terbalik soal posisi Soekarno dan Mr Assaat.
"Oom @aniesbaswedan itu keliru sejarahnya. Kebalik. Yang bener Bung Karno adalah Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS), sedangkan Mr. Assaat gelar Datuk Mudo adalah pemangku jabatan Presiden Republik Indonesia berkedudukan di Yogyakarta," tulis Bonie.
"Haduh..salah maning, son..." tambah Bonie Triyana.
Sontak saja video Anies dan sanggahan dari sejarawan Bonnie Triyana ini membuat netizen juga ikut berikan komentarnya.
Baca Juga: Usai Sah Jadi Cawapres Anies Baswedan, Kenapa KPK Baru Panggil Cak Imin Terkait Kasus di Kemenaker?
"Nanti Pulau Jawa dia bilang ditemukan oleh Columbus!" sindir salah satu netizen.
"Sejarah Indonesia dibolak balik sama anies," sambung akun lainnya.
Berita Terkait
-
Usai Sah Jadi Cawapres Anies Baswedan, Kenapa KPK Baru Panggil Cak Imin Terkait Kasus di Kemenaker?
-
PKS Soal Prediksi Hasil Musyawarah Majelis Syura: Sulit Kalau Selain Cak Imin
-
Meski Sudah Bentuk TPN Ganjar Pranowo, PDIP Masih Buka Pintu Parpol Lain Gabung Koalisi
-
Tidak Hadiri Panggilan KPK, Cak Imin Sowan ke Guru Adam Noor Syarkawi, Didoakan Mendapat Kemudahan Berpolitik
-
Mengingat Kembali Ramalan Gus Dur Tentang Prabowo Subianto: Jadi Presiden di Usia Senja
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan ASIsrael ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Padang Pariaman Gelar Pacu Kudo Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Ini Lokasinya
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
180 Derajat dengan Tasya Farasya, Sikap Tasyi Athasyia Jadi Target 'Halo Kakak Spill Skincare'
-
Hyundai Stargazer Cartenz Vs Kia Carens Mending Mana? Ini Perbandingannya
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
Vilmei Nangis Akun TikTok 68 Juta Followers Diblokir Permanen, Kerugian Capai Miliaran?