Putri pertama mendiang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid meminta PKB berhenti membuat narasi bohong terkait konflik Gus Dur dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Hal itu disampaikan Alissa Wahid dalam cuitan di akun Twitter-nya.
"PKB berhenti membuat narasi bohong tentang konflik #GusDur & Imin," tulis @AlissaWahid, Selasa (5/9/2023).
Alissa Wahid juga meminta agar PKB berhenti membawa-bawa nama Gus Dur untuk mencari simpati publik.
"Akui, dulu menyakiti GD. Saya saksi hidup bagaimana dampak hal itu pada kesehatan beliau."
"Stop jualan #GusDur buat mencari dukungan publik. Toh sudah merasa sukses. Sudah, itu saja!" tulisnya.
Dalam cuitan berikutnya, Alissa Wahid menyebut dirinya tidak pernah punya ambisi mengambil alih PKB dari tangan Cak Imin.
Namun, dirinya merasa sebagai anak 'wajib' memperjuangkan 3 hal tersebut.
"Saya bukan politisi. Saya tidak ada agenda merebut PKB. Saya tidak pernah komen urusan PKB apapun."
Baca Juga: Usai Sah Jadi Cawapres Anies Baswedan, Kenapa KPK Baru Panggil Cak Imin Terkait Kasus di Kemenaker?
"Walaupun PKB mengklaim penerus GD tapi mis. Tidak pernah muncul bersama minoritas saat ada masalah, saya juga tidak pernah komen. Saya cuma perjuangkan 3 hal di atas. Itu saja," pungkasnya.
Cuitan Alissa Wahid ini pun mendapat respons dari warganet.
Salah satunya dari @tgen888 yang meminta Alissa Wahid mengikhlaskan kejadian yang telah lampau tersebut.
"Ikhlasin," komen @tgen888.
"Mengikhlaskan setelah mereka berhenti. Kalau membiarkan mereka membuat kebohongan tentang #GusDur terus-menerus, itu bukan mengikhlaskan, itu namanya saya membiarkan orang berbuat dzalim. Dosa," sahut Alissa Wahid.
Isu Kudeta Gus Dur
Berita Terkait
-
Usai Sah Jadi Cawapres Anies Baswedan, Kenapa KPK Baru Panggil Cak Imin Terkait Kasus di Kemenaker?
-
Tidak Hadiri Panggilan KPK, Cak Imin Sowan ke Guru Adam Noor Syarkawi, Didoakan Mendapat Kemudahan Berpolitik
-
Mengingat Kembali Ramalan Gus Dur Tentang Prabowo Subianto: Jadi Presiden di Usia Senja
-
PKB Pastikan Cak Imin Akan Sowan ke PKS Sebelum Musyawarah Majelis Syura
-
Diperiksa KPK, Wakil Ketua DPW PKB Bali Reyna Usman Dicecar Soal Proses Pengadaan Sistem Perlindungan TKI
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu Ini: Semarang Diprediksi Berawan
-
Jeratan Pinjol Membuat Persahabatan Dua Satpam Surabaya Berakhir dengan 6 Tikaman Maut
-
Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan
-
Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China
-
Pemkot Bandar Lampung Garap Peta Jalan Raksasa Demi Kota Bebas Banjir
-
Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Finansial dan Tipsnya
-
Survival King 2: Variety Show Bertahan Hidup yang Siap Tayang 20 Mei
-
Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden