- Brigjen (Purn) Purnomo menjelaskan bahwa intelijen bertugas memberikan masukan strategis serta peringatan ancaman kepada pimpinan negara dan TNI.
- Intelijen mengumpulkan data riwayat tokoh yang masuk ke lingkar kekuasaan untuk dilaporkan sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan.
- Keputusan akhir atas informasi intelijen sepenuhnya merupakan hak prerogatif pimpinan karena intelijen tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan.
Suara.com - Intelijen negara memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan dengan menyediakan informasi strategis bagi para pemimpin. Namun, keputusan atas informasi tersebut sepenuhnya tetap berada di tangan pimpinan negara.
Mantan Direktur E BAIS TNI, Brigjen (Purn) Purnomo, memaparkan bagaimana mekanisme komunikasi serta relasi antara intelijen dengan pemerintah berjalan dalam praktiknya.
Secara umum, intelijen bertugas memberikan masukan kepada pimpinan, baik dari BAIS kepada Panglima TNI maupun dari Badan Intelijen Negara kepada Presiden. Selain itu, intelijen juga berfungsi menyampaikan peringatan apabila terdapat potensi ancaman beserta dampak yang mungkin ditimbulkan dari suatu peristiwa.
“Informasi yang kita berikan mau diterima atau tidak, itu hak prerogatif pimpinan,” ujar Purnomo dalam podcast Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (12/5/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa intelijen turut memantau dan mengumpulkan data mengenai tokoh-tokoh yang mulai masuk ke lingkar kekuasaan atau tengah naik daun di masyarakat. Informasi tersebut, termasuk riwayat dan biografi tokoh, kemudian dihimpun untuk disampaikan kepada pimpinan.
“Seni kepemimpinan setiap orang tidak sama. Ada yang suka menerima. Ada yang… sudah lah, enggak usah!” katanya menggambarkan beragam respons pemimpin terhadap informasi intelijen.
Purnomo menegaskan bahwa tindak lanjut dari informasi yang disampaikan intelijen sepenuhnya bergantung pada keputusan pimpinan. Intelijen, kata dia, tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan atas data dan informasi yang telah dikumpulkan.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Baca Juga: Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan