Siapa pemain asing termahal di BRI Liga 1 2023/24? BRI Liga 1 musim ini kehadiran 108 pemain asing yang tersebar di 18 klub yang berlaga, tapi siapa yang paling mahal?
Jika merujuk pada data Transfermarkt, dari 583 pemain yang berkompetisi di BRI Liga 1 musim ini, ada 108 pemain asing. Mereka berasal dari banyak negara dan kompetisi.
Rata-rata pemain asing yang bermain di kompetisi BRI Liga 1 musim ini berusia 26,1 tahun. Rata-rata pemain asing yang bermain di Liga Indonesia tahun ini tercatat memiliki nilai pasar mencapai angka Rp2,22 miliar.
Kehadiran pemain asing di BRI Liga 1 2023/24 membuat kompetisi semakin menarik dan persaing antar klub menjadi lebih sengit.
Faktanya juga, para pemain asing yang bermain di BRI Liga 1 musim ini mampu berikan kontribusi apik untuk klub. Sebut saja gelandang asing milik Dewa United, Dimitrios Kolovos.
Pemain asal Yunani itu telah menorehkan 2 gol dari 8 match bersama Dewa United di musim ini. Kolovos sendiri direkrut Dewa United dari klub Yunani, Panetolikos.
Catatan dari Transfermarkt, Dimitrios Kolovos menyandang sebagai pemain asing termahal di BRI Liga 1 2023/24. Pemain berusia 30 tahun itu memiliki nilai pasar mencapai Rp8,69 miliar.
Di bawah Kolovos, ada rekannya di Dewa United yakni kiper asal Belanda, Sonny Stevens. Kiper yang sudah bermain sebanyak 10 match dan kebobolan 13 gol ini memiliki nilai pasar Rp7,82 miliar.
Urutan ketiga ada nama gelandang serang milik Madura United Hugo Gomes dos Santos Silva alias Jaja. Pemain asal Brasil itu memiliki nilai pasar sebesar Rp7,39 miliar.
Sayang, Jaja saat ini harus absen akibat cedera tangannya. Di bawah Jaja ada pemain Persis Alexis Messidoro. Pemain asal Argentina itu sudah mengemas 1 gol dan 5 assist untuk Persis di 10 laga.
Messi begitu publik sepak bola Indonesia menyapanya memiliki nilai sebesar Rp7,39 miliar. Di bawah Messi, ada gelandang asal Lebanon yakni Majed Osman. Pemain milik Dewa United itu memiliki nilai pasar sebesar Rp6,52 miliar.
Berikut 10 besar pemain asing termahal di BRI Liga 1 2023/24:
1. Dimitrios Kolovos (Dewa United): Rp8,69 miliar
2. Sonny Stevens (Dewa United): Rp7,82 miliar
3. Jaja (Madura United): Rp7,39 miliar
Berita Terkait
-
Jelang Lawan Persis, PSIS Dapat Suntikan 3 Amunisi Baru, 2 Pemain Berbandrol Rp800 Juta
-
Bantu Kinerja Fernando Valente, Arema FC Datangkan Dua Asisten Pelatih asal Portugal
-
Profil Dua Pelatih PSIS Semarang yang Dipanggil Bantu Indra Sjafri untuk Asian Games 2023
-
PSIS Resmi Ditinggal 3 Pemain dan 2 Staf Pelatih, Yoyok Sukawi: Good Luck!
-
BRI Liga 1: PSIS Semarang Siap Antisipasi Pemainan Agresif Persis Solo
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena