Pembukaan Piala Dunia U-17 yang awalnya direncanakan digelar di Jakarta International Stadium (JIS) ternyata berubah. Kini lokasi opening ceremony Piala Dunia U-17 dipindah ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur.
Perpindahan lokasi pembukaan Piala Dunia U-17 dari JIS ke Stadion Gelora Bung Tomo mengundang tanda tanya dari Pengamat Sepak Bola Nasional, Bung Towel.
Bung Towel mengingat betul jika Jakarta International Stadium (JIS) sebelumnya digadang-gadang menjadi lokasi untuk Opening Ceremony perhelatan akbar Piala Dunia U-17.
Menurut Bung Towel, setelah opening ceremony Piala Dunia U-17 biasanya akan dilanjutkan dengan pertandingan perdana tim tuan rumah.
"Kelaziman sepak bola, Opening Piala Dunia itu biasanya berlangsung lalu dilanjutkan dengan pertandingan antara tuan rumah," kata Bung Towel.
"Biasanya kalau ada Piala Dunia, partai pembukanya adalah tim tuan rumah. Jadi Grup A, biasanya kan," kata Bung Towel dalam YouTube Gocek Bungtowel dikutip dari Denpasar.Suara.com, Sabtu (23/9/2023).
Kata Bung Towel, partai pembuka Piala Dunia U-17 seharusnya adalah tim tuan rumah melawan negara lain. Namun nyatanya gelaran tersebut berbeda dan tak sesuai harapannya.
"Kelazimannya harusnya begitu, jadi opening di JIS, harusnya partai pembukaannya adalah antara Indonesia melawan Ekuador, Panama, Maroko itu di JIS Tapi yang terjadi belakangan adalah pertandingan Timnas Indonesia di Gelora Bung Tomo, Surabaya," imbuhnya.
Bung Towel pun mengaunggap hal tersebut tak lazim, ia menganggap ada udang di balik batu dengan semua yang terjadi. Bahkan ia pun curiga jika ada unsur tertentu dari kepentingan lain.
"Silakan maknai sendiri, silakan terjemahkan sendiri. Tapi itulah realitas yang terjadi di sepak bolanya di negeri kita. Sepak bola agak bercampur dengan aroma segala macam, apalagi yang berkaitan dengan JIS," ujarnya.
Meski demikian, Bung Towel tidak mau menuduh dan malah melempar kecurigaan itu ke kembali kepada publik yang menonton videonya tersebut.
Berita Terkait
-
Gawang Korut Dikawal Kiper Sarat Pengalaman, Lini Depan Timnas Indonesia U-24 Bisa Apa?
-
Opsi Line Up Timnas Indonesia U-24 Vs Korea Utara yang Bisa Dipilih Indra Sjafri, Skuat Garuda Wajib Menang!
-
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Timnas Indonesia U-24 vs Korut di RCTI Hari Ini: Laga Hidup Mati
-
Meski Gacor Saat Bela Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan Ditepikan KMSK Deinze
-
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia U-24 Terancam Tersingkir: Ancaman Nyata di Depan Mata
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul