Publik dibuat heboh dengan diangkatnya pedangdut Lesti Kejora menjadi duta petani milenial. Sejumlah netizen berikan respon nyinyir terhadap hal itu.
Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya mengangkat suami Rizky Billar itu sebagai duta petani milenial. Alasan Kementan angkat Lesti jadi duta petani milenial hanya karena biduan dangdut itu kerap bagikan aktivitas keluarganya yang jadi petani.
"Sehingga aktivitas yang bersangkutan ini diharapkan menjadi daya tarik bagi anak muda milenial untuk mencintai dan mendukung pertanian Indonesia. Bahkan Lesti sendiri sangat terharu, dan bercerita orangtuanya bila pulang ke kampung pasti masih ke sawah,” kata Agung dalam keterangan resminya dikutip Senin (25/9/2023).
Sontak saja keputusan Kementan itu membuat publik memberikan komentar negatif.
Faktanya, di sejumlah daerah cukup banyak anak-anak muda yang terjun langsung ke sawah untuk menjadi petani.
Seperti yang dilakukan Komunitas Petani Muda Keren (PMK) besutan Anak Agung Gede Agung Wedhatama di Bali.
Malah kelompok petani muda ini memiliki program berkelanjutan di sejumlah wilayah, tidak hanya di Bali.
"Awalnya kami hanya di Bali. Tetapi kami ingin menciptakan pertanian berkelanjutan secara luas. Saat ini Petani Muda Keren tidak hanya ada di Bali. Komunitas Petani Muda Keren sudah ada di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Yang terbaru ada di Sulawesi,” kata Gung Wedha seperti dikutip dari Suara.com
Menurut Gung Wedha, PMK sudah menghimpun sekitar 1.000 petani. Mereka tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bali. Mereka selain menanam palawija juga produk hortikultura.
Ada yang menanam padi, jagung, aneka umbi, sorgum, palawija, manggis, mangga, jeruk.
Komunitas ini sendiri sudah bergerak sejak 2018. Bahkan, komunitas ini mengaplikasikan digitalisasi pertanian dan mekanisasi pertanian. Monitoring dilakukan melalui gagdet.
Hebatnya lagi para petani milenial ini rutin menyuplai sedikitnya 1.000 ton manggis per tahun ke China.
Rekam jejak PMK ini sepertinya lebih layak jika mereka diangkat menjadi duta petani milenial dibanding Lesti Kejora.
Berita Terkait
-
Endang Mulyana Dulu Jadi Tukang Kebun Tamara Bleszynski, Anaknya Lesti Kejora Kini Jadi Duta Petani Milenial
-
Hari Tani Nasional, Pupuk Indonesia Ajak Petani Genjot Produktivitas dan Pendapatan Lewat Program Makmur
-
Profil Melody, Eks JKT48 yang Jadi Duta Besar Pangan dan Pertanian Jepang-ASEAN
-
Wah! Lesti Kejora Diangkat Jadi Duta Petani Milenial
-
Ditunjuk Mentan Sebagai Duta Petani Milenial, Lesti Kejora Tuai Kecaman
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard