Menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Irak dan Timnas Indonesia, timnas Irak mengikuti jejak langkah yang telah ditempuh oleh Timnas Indonesia dengan menaturalisasi pemain dari luar negeri. Pemain yang menjadi sorotan adalah Montader Madjed, yang saat ini bermain untuk klub Swedia, Hammarby.
Montader Madjed, seorang pemain berusia 18 tahun, tampil sebagai penyerang utama untuk klub Hammarby di Swedia. Meskipun lahir di Swedia, ia memiliki akar keluarga yang kuat di Irak. Pada 27 September lalu, Asosiasi Sepak Bola Irak mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan dokumen resmi yang diperlukan untuk pemain muda berbakat ini sesuai permintaan pelatih Jesus Casas.
Langkah selanjutnya adalah mentransfer dokumen ini dari Federasi Sepak Bola Swedia ke Federasi Sepak Bola Irak. Montader Madjed juga telah menerima undangan untuk bermain dengan tim nasional muda Swedia dalam Kualifikasi Piala Eropa U-19. Namun, ia mempertimbangkan peluang untuk memperkuat timnas Irak setelah menyelesaikan tugasnya dengan timnas Swedia.
Montader Madjed berencana untuk menyelesaikan prosedur transfer dokumen dari Swedia ke Irak sebelum akhir tahun ini, sehingga ia dapat bermain untuk timnas Irak dalam pertandingan mendatang. Irak akan bersaing melawan Timnas Indonesia di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang akan digelar di Basra International Stadium pada 16 November 2023.
Grup F di Kualifikasi Piala Dunia 2026 juga mencakup timnas Filipina dan Vietnam. Keberadaan Montader Madjed di timnas Irak dapat memberikan dorongan tambahan saat Irak dan Timnas Indonesia bersaing di Piala Asia 2023 di Qatar pada awal 2024. Keduanya juga akan bersaing dengan Jepang dan Vietnam dalam grup yang sama.
Ini adalah langkah yang serupa dengan yang telah diambil oleh Timnas Indonesia yang telah mendatangkan beberapa pemain naturalisasi untuk memperkuat skuat timnas, termasuk Marc Klok, Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, dan Rafael Struick.
Kedatangan Montader Madjed dan pemain-pemain naturalisasi lainnya di kedua tim menunjukkan upaya besar yang dilakukan oleh negara-negara Asia untuk memperkuat tim nasional mereka dan meraih prestasi dalam dunia sepakbola internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati