Suara.com - Setelah sekian lama tanpa kejelasan status, akhirnya KPK mengumumkan status tersangka kepada Gubernur Banten, Ratu Atut. Hal ini diumumkan oleh Ketua KPK langsung dari gedung bundar di bilangan Kuningan Jakarta, kemarin malam (17 Desember 2013).
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dikabarkan sedang sakit, sehingga batal melantik Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Rabu pagi ini. Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten Siti Maani Nina menyatakan Ratu Atut kelelahan karena kaget mendengar dirinya ditetapkan tersangka oleh KPK.
Ada banyak sekali kasus yang menjerat Sang Penguasa Banten ini. Pengamat politik banyak berkomentar bahwa dinasti keluarga Ratu Atut yang hampir menguasai seluruh daerah propinsi Banten, akan segera jatuh dan terseret semua ke dalam dakwaan korupsi.
Ada ratusan hingga ribuan tuduhan yang akan segera ditelusuri oleh pihak berwenang berkaitan dengan praktek korupsi yang selama ini dijalankan oleh Ratu Atut dan keluarganya serta kroni-kroninya. Mulai dari kasus suap dalam pemilihan kepala daerah Lebak hingga kasus suap saat pengadaan alat kesehatan di lingkungan pemprov Banten. "Lebih dari 1000 mungkin kasus korupsi yang bisa didakwakan pada Ibu Atut (Ratu Atut)", kata salah seorang pegawai KPK yang tidak berkenan disebutkan namanya.
Hingga malam ini, keberadaan Ratu Atut juga masih menjadi tanda tanya besar. Banyak yang mengatakan bahwa Gubernur Banten tersebut telah bertolak ke luar negeri untuk menghindari dakwaan tersebut. Tapi ada juga yang menyebutkan bahwa Ratu sedang berada di Batam untuk beristirahat. Apapun beritanya, dalam waktu dekat sepertinya akan terbongkar lebih banyak lagi kasus-kasus korupsi yang dipraktekkan oleh beliau dan keluarganya.
Berita Terkait
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai
-
Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial
-
Nekat Bongkar Trotoar Tanpa Izin, Pengelola Hotel di Pondok Indah Kena Sanksi