AMERIKA SERIKAT, Di tengah hangatnya isu perselingkuhan yang mendera rumah tangganya, Presiden Barack Obama menerima kedatangan Presiden Prancis, Francois Hollande di Amerika Serikat, hari Senin (10/2).
Kedua kepala negara akan membahas berbagai isu seperti masalah Iran, kerja sama perdagangan, hingga perubahan iklim.
Sesaat setelah tiba, Hollande dan Obama terbang ke Monticello, Negara Bagian Virginia. Monticello adalah kampung halaman Thomas Jefferson, salah satu tokoh pendiri negara, yang juga pernah menjabat sebagai duta besar Amerika Serikat untuk Prancis.
Dalam sebuah kesempatan, Hollande mengatakan bahwa Monticello adalah simbol hubungan bilateral Prancis dan Amerika Serikat, karena di kota itulah, Marquis de Lafayette, aristokrat Prancis yang membantu Amerika Serikat memenangkan perang melawan Inggris, disambut.
Senada dengan Hollande, Obama mengungkapkan bahwa kunjungan ke Monticello sebagai bentuk refleksi sejarah hubungan kedua negara.
"Besok kami akan punya kesempatan untuk berbicara bukan hanya soal ikatan dan aliansi kedua negara saat ini saja, tapi juga bagaimana cara memperkuat kerja sama kami di masa depan," ujar Obama seperti dikutip BBC.
Dalam pertemuan tersebut, Obama dan Hollande membanggakan keberhasilan mereka merumuskan kesepakatan dengan Iran terkait program nuklirnya. Kedua pemimpin tersebut juga mendesak dilakukannya aksi nyata untuk memerangi perubahan iklim.
Kedatangan Hollande dibayangi situasi tak menyenangkan di seputar kehidupan pribadinya. Seperti diberitakan, Hollande datang sendiri tanpa ditemani sang kekasih, Valerie Trierweiler. Hubungan Trierweiler dan Hollande putus menyusul tuduhan perselingkuhan sang Presiden dengan Julie Gayet, seorang aktris cantik Prancis.
Hampir sama dengan Hollande, rumah tangga Obama juga sedang didera kabar tak sedap. Obama diisukan sudah tak lagi harmonis dengan ibu negara, Michelle. Hal tersebut kian diperparah dengan munculnya tudingan dari media Prancis, soal rumor perselingkuhan Obama dengan penyanyi Amerika Serikat, Beyonce Knowles. (BBC)
Berita Terkait
-
4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama
-
Nama Jay-Z Terseret Kasus Jeffrey Epstein, Beyonc Diduga Kehilangan Jutaan Pengikut Instagram
-
Beyonce Masuk Jajaran Orang Terkaya di Dunia, Intip Sumber Pendapatannya
-
Direktur Inteljen AS Tuduh Barack Obama Berkhianat Karena 'Manipulasi' Pemilu
-
Ulasan Buku Becoming: Kisah Inspiratif Perjalanan Hidup Michelle Obama
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Polisi Dalami Duagaan Human Error hingga Gangguan Sistem di Balik Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo
-
Alasan di Balik Serangan Terhadap Andrie Yunus: Tuduhan Teror hingga Narasi Anti-Militer
-
Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur
-
Guyon Prabowo ke Menteri Trenggono: Sakti Terus Ya, Gak Boleh Pingsal Lagi!
-
Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
8 Kereta Batal Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir Hari Ini, Ada KA Brantas hingga Parahyangan
-
Deretan Kontroversi Rudy Masud: Mobil Dinas Rp8,5 Miliar hingga Renovasi Rumdin Rp25 M!
-
Bertambah Satu! Korban Jiwa Kecelakaan KRL di Bekasi Total 16 Orang
-
Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan
-
TIDAR Desak Pembenahan Sistem Daycare Nasional Usai Kasus di Yogyakarta