Suara.com - Jakarta, Pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas TNI AL Penanggulangan Bencana erupsi Gunung Kelud tiba di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, semalam.
Sebelumnya pasukan ini diberangkatkan oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono dari Bhumi Marinir Karang Pilang, Surabaya.
Setibanya di daerah sasaran, Satgas TNI AL melakukan koordinasi dengan jajaran teritorial setempat dan instansi terkait. Selanjutnya tim satgas mendirikan tenda pasukan, posko bantuan, Rumah Sakit Lapangan serta dapur umum, bertempat di Lapangan Sepak Bola depan Koramil 0809/10 Wates, Kediri.
Relawan TNI AL dipimpin oleh Komandan Satgas Letkol Marinir Irfan Nasution diperkuat dengan 161 personel Marinir gabungan, serta pasukan elit Intai Para Amfibi (Taifib) Marinir. Posko tersebut baru dapat melayani masyarakat dan pengungsi korban erupsi Gunung Kelud pada esok harinya.
Menurut keterangan petugas Koramil Wates, jumlah pengungsi saat ini sebanyak 6.570 orang tersebar di 23 titik di 18 desa yang ada di Kecamatan Wates.
“Jumlah pengungsi meningkat jika menjelang malam dan akan berkurang jika siang hari,” kata Bintara Pembina Desa (Babinsa) Wates Serma Suparyono.
“Menjelang pagi kebanyakan pria kembali ke rumahnya untuk melihat atau memberi makan ternak yang mereka tinggalkan, selanjutnya menjelang malam mereka kembali ke pengungsian.”
Ketika meninjau lokasi bencana erupsi Gunung Kelud di Kediri, Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf mengimbau warga agar membawa hewan ternak ke daerah pengungsian.
Di wilayah Kecamatan Wates pemerintah daerah telah menyediakan enam tempat pengungsian untuk menampung hewan ternak. Tempat penampungan ternak berada di Desa Tawang, Desa Pojok, Desa Wonorejo, Desa Tunge, Desa Silir serta Desa Tempurejo.
Secara administratif Gunung Kelud masuk wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Gunung berapi ini meletus lagi pada Kamis, 13 Februari 2014, pukul 22.50 WIB. Letusan Gunung Kelud kali ini lebih besar daripada letusan yang pernah terjadi pada tahun 1990.
Berita Terkait
-
5 Urutan Skincare Glad2Glow Pagi yang Benar agar Kulit Sehat dan Glowing Maksimal
-
7 Aplikasi Rasionalisasi UTBK-SNBT Gratis, Ukur Peluang Lolos Kampus Impian
-
Kapan Penutupan Pendaftaran SNBT 2026? Cek Cara Daftar dan Dokumen yang Dibutuhkan
-
Menolak Punah: Film Dokumenter Dandhy Laksono Ungkap Ancaman Mikroplastik dari Pakaian
-
Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, Jusuf Kalla Siap Tempuh Jalur Hukum
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi