- Serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad menewaskan sepuluh orang serta melukai delapan lainnya.
- Operasi serangan yang berlangsung Sabtu malam hingga Minggu tersebut menyasar kawasan pemukiman, kendaraan, dan beberapa titik strategis Iran.
- Konflik meluas hingga Provinsi Ardabil dan memicu aksi saling balas yang meningkatkan kekhawatiran terjadinya perang terbuka di kawasan tersebut.
Suara.com - Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, wilayah Iran selatan.
Berdasarkan laporan berbagai media lokal Iran, serangan ini menyasar beberapa titik strategis dan kawasan pemukiman di provinsi tersebut dalam kurun waktu Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Pada malam hari dari Sabtu hingga Minggu, serangan rudal menghantam daerah Kuh-e Siyah di Kohgiluyeh, menewaskan lima orang dan melukai delapan lainnya, menurut laporan kantor berita Tasnim sebagaimana disitat dari Antara, Minggu (5/4/2026).
Serangan di wilayah pegunungan ini menjadi salah satu titik dengan dampak kerusakan yang signifikan terhadap objek di lokasi kejadian.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa beberapa pesawat AS juga terlihat lebih sering terbang di atas provinsi tersebut, mencari pilot dari jet tempur F-15E yang sebelumnya ditembak jatuh.
Aktivitas penerbangan militer Amerika Serikat ini dilaporkan meningkat di wilayah udara Iran selatan seiring dengan upaya pencarian personel mereka di tengah situasi konflik yang terus memanas.
Selain di Kuh-e Siyah, serangan udara juga menyasar kendaraan dan pemukiman di titik lain dalam provinsi yang sama. Dua orang tewas dalam serangan terhadap sebuah kendaraan di kawasan wisata Kakan, dan tiga orang lainnya tewas di dekat permukiman Vezg di provinsi yang sama, menurut laporan stasiun televisi Iran SNN.
Eskalasi serangan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian operasi militer yang dimulai beberapa hari sebelumnya. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Serangan di ibu kota tersebut menandai perluasan jangkauan target operasi militer gabungan kedua negara tersebut.
Baca Juga: Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan
Pemerintah Iran tidak tinggal diam atas gempuran yang terjadi di wilayah kedaulatan mereka. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Aksi saling balas ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut.
Terkait alasan di balik operasi militer ini, terdapat pergeseran pernyataan dari pihak penyerang. AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.
Klaim ini awalnya digunakan sebagai justifikasi hukum internasional untuk melakukan serangan terbatas ke fasilitas-fasilitas tertentu.
Tetapi, mereka lantas menegaskan bahwa mereka ingin membuat perubahan kekuasaan di Iran. Pernyataan terbaru ini menunjukkan adanya tujuan politik yang lebih luas di balik operasi militer yang sedang berlangsung, melampaui sekadar penghancuran fasilitas nuklir.
Sementara itu, laporan mengenai korban jiwa juga datang dari wilayah barat laut Iran. Lima tentara Iran tewas dan satu luka-luka dalam serangan AS dan Israel di Provinsi Ardabil di barat laut Iran, kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu.
Berita Terkait
-
Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi
-
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, KSAD: Mereka Putra Terbaik Bangsa
-
Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
-
Kardinal Suharyo: Doa Pemimpin yang Memaklumkan Perang Tak akan Didengar Tuhan