Suara.com - Ketegangan di wilayah Timur Tengah kembali memanas setelah stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menyiarkan laporan mengenai keberhasilan unit pertahanan udara mereka dalam merontokkan pesawat tempur A-10 Thunderbolt II milik Amerika Serikat.
Klaim ini mencuat tidak berselang lama setelah juru bicara militer Iran mengumumkan bahwa pasukan mereka juga telah melumpuhkan satu unit jet tempur F-15. Pada hari yang sama, militer negara tersebut mempertegas klaim mereka dengan menyebut satu unit pesawat jenis A-10 milik militer AS berhasil dijatuhkan oleh sistem pertahanan terintegrasi mereka.
Kabar mengenai jatuhnya pesawat legendaris ini tentu memicu perhatian dunia internasional, khususnya bagi para pemerhati dunia militer.
Banyak yang kemudian mempertanyakan ketangguhan serta spesifikasi dari pesawat tempur yang selama ini dikenal sangat mematikan di medan operasi darat tersebut.
Spesifikasi A-10 Thunderbolt II
Pesawat yang memiliki nama resmi A-10/OA-10 Thunderbolt II ini memegang catatan sejarah sebagai armada udara pertama milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) setelah era Perang Dunia II yang secara khusus dirancang untuk memberikan dukungan udara jarak dekat (Close Air Support/CAS) bagi pasukan infanteri di darat.
Armada ini didesain sebagai pesawat jet berawak tunggal dengan sokongan mesin ganda. Meski penampilannya terlihat sederhana dibandingkan jet tempur modern berkecepatan supersonik, A-10 sangat efektif dalam menjalankan misinya untuk memburu serta menghancurkan target-target di permukaan tanah, termasuk tank kelas berat serta kendaraan tempur lapis baja lainnya.
Hingga saat ini, pengguna tunggal dari pesawat A-10 Thunderbolt II hanyalah militer Amerika Serikat, yang memproyeksikan operasionalnya akan terus berlanjut hingga tahun 2028 mendatang.
Jet tempur tangguh ini pertama kali diproduksi pada awal dekade 1970-an oleh pabrikan dirgantara Fairchild Republic. Menariknya, perusahaan Fairchild Republic yang telah berdiri sejak tahun 1925 tersebut sempat beberapa kali berpindah tangan kepemilikan.
Baca Juga: Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka
Pada catatan terakhirnya, aset perusahaan ini diakuisisi oleh salah satu raksasa industri pertahanan asal Israel, Elbit Systems.
Faktor utama yang membuat A-10 Thunderbolt II begitu disegani adalah daya tahannya yang luar biasa terhadap gempuran lawan di medan perang.
Pesawat ini dirancang dengan struktur yang sangat kokoh dan dibalut lapisan baja tebal. Komponen penting pada lambung pesawat dilapisi pelat baja khusus dengan berat total melebihi 540 kilogram.
Rancang bangun ini sengaja dibuat agar kokpit dan sistem vital pesawat tetap terlindungi dengan baik serta mampu terus mengudara meski telah mengalami kerusakan parah akibat terjangan proyektil musuh.
Dari sektor persenjataan, A-10 dipersenjatai dengan senapan mesin putar raksasa jenis GAU-8 Avenger sebagai senjata paling mematikan. Senjata legendaris ini memegang rekor sebagai meriam rotary terberat yang pernah dipasang pada sebuah pesawat tempur di dunia.
Nama "Thunderbolt" sendiri disadur dari pesawat pendahulunya pada era Perang Dunia II, yakni P-47 Thunderbolt, yang sangat masyhur karena efektivitasnya dalam melindungi pasukan darat.
Berita Terkait
-
Prajurit TNI Diserang Israel, Pakar HI Bongkar Pelanggaran Serius Pasukan Zionis
-
Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!