News / Nasional
Sabtu, 15 Februari 2014 | 12:46 WIB
Logo Palang Merah Indonesia (PMI)

Suara.com - Jakarta, Letusan Gunung Kelud di Provinsi Jawa Timur menimbulkan hujan abu di Provinsi Jawa Tengah, antara lain di Solo, Sragen, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Salatiga, Sukoharjo, Magelang, Banyumas, Kota dan Kabupaten Semarang, Cilacap hingga Kabupaten Tegal.

Menyikapi hal itu, Ketua Pengurus Palang Merah Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Sasongko Tedjo, mengatakan bahwa PMI kota dan kabupaten seluruh Jawa Tengah sudah siaga.

“Kami koordinasikan kepada seluruh jajaran PMI di kota-kabupaten Jawa Tengah untuk melakukan tindakan kesiapsiagaan dan pembagian masker sebagai langkah awal pencegahan,” kata Sasongko, hari ini.

PMI di Jateng telah membagikan lebih dari 100 ribu masker untuk masyarakat di wilayah yang terkena hujan abu. PMI Jateng merencanakan untuk memobilisasi relawan dibidang dapur umum, logistik, dan kesehatan, untuk membantu penanganan warga yang mengungsi.

“Saat ini kami sedang koordinasikan dengan PMI Jawa Timur untuk mobilisasi  relawan tersebut, termasuk jumlah relawan yang dibutuhkan,” kata Sasongko.

Maduseno Widyoworo, Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana yang menjadi koordinator lapangan tim relawan PMI Jateng, menjelaskan bahwa tim relawan PMI yang akan diperbantukan memiliki ketrampilan khusus.

“Relawan yang diberangkatkan dalam tim ini memiliki keahlian sehingga dapat membantu warga secara maksimal,” ujarnya.

Pemberangkatan relawan PMI Jateng nantinya akan disiapkan dari kabupaten-kota dengan spesifikasi khusus. Hingga hari ini, relawan PMI di Jateng melakukan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing dan pemantauan perkembangan yang terjadi.

Pembagian masker dilakukan oleh PMI dan relawan, seperti di Boyolali (30.000 masker), Salatiga (4.000 masker), Temanggung, dan Cilacap.

“Masker dibagikan kepada warga yang sedang berada di jalanan maupun siswa di sekolah-sekolah,” kata Maduseno.

Posko Penanggulangan Bencana PMI Jawa Tengah masih menerima dan akan menyalurkan bantuan dari masyarakat untuk masyarakat yang terkena bencana.

Load More