Suara.com - Jakarta, Letusan Gunung Kelud di Provinsi Jawa Timur menimbulkan hujan abu di Provinsi Jawa Tengah, antara lain di Solo, Sragen, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Salatiga, Sukoharjo, Magelang, Banyumas, Kota dan Kabupaten Semarang, Cilacap hingga Kabupaten Tegal.
Menyikapi hal itu, Ketua Pengurus Palang Merah Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Sasongko Tedjo, mengatakan bahwa PMI kota dan kabupaten seluruh Jawa Tengah sudah siaga.
“Kami koordinasikan kepada seluruh jajaran PMI di kota-kabupaten Jawa Tengah untuk melakukan tindakan kesiapsiagaan dan pembagian masker sebagai langkah awal pencegahan,” kata Sasongko, hari ini.
PMI di Jateng telah membagikan lebih dari 100 ribu masker untuk masyarakat di wilayah yang terkena hujan abu. PMI Jateng merencanakan untuk memobilisasi relawan dibidang dapur umum, logistik, dan kesehatan, untuk membantu penanganan warga yang mengungsi.
“Saat ini kami sedang koordinasikan dengan PMI Jawa Timur untuk mobilisasi relawan tersebut, termasuk jumlah relawan yang dibutuhkan,” kata Sasongko.
Maduseno Widyoworo, Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana yang menjadi koordinator lapangan tim relawan PMI Jateng, menjelaskan bahwa tim relawan PMI yang akan diperbantukan memiliki ketrampilan khusus.
“Relawan yang diberangkatkan dalam tim ini memiliki keahlian sehingga dapat membantu warga secara maksimal,” ujarnya.
Pemberangkatan relawan PMI Jateng nantinya akan disiapkan dari kabupaten-kota dengan spesifikasi khusus. Hingga hari ini, relawan PMI di Jateng melakukan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing dan pemantauan perkembangan yang terjadi.
Pembagian masker dilakukan oleh PMI dan relawan, seperti di Boyolali (30.000 masker), Salatiga (4.000 masker), Temanggung, dan Cilacap.
“Masker dibagikan kepada warga yang sedang berada di jalanan maupun siswa di sekolah-sekolah,” kata Maduseno.
Posko Penanggulangan Bencana PMI Jawa Tengah masih menerima dan akan menyalurkan bantuan dari masyarakat untuk masyarakat yang terkena bencana.
Berita Terkait
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Final Four Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Ikuti Jejak Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi