Suara.com - Sebanyak dua desa yang rumah-rumahnya rusak berat karena terpapar lontaran material Gunung Kelud, mulai hari ini, Sabtu (22/2/2014), bisa kembali dibenahi dan layak ditempati lebih cepat.
Sebagaimana disampaikan melalui rilis dari lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), hari ini, Desa Puncu dan Desa Satak yang berada di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, masing-masing menerima 110.000 dan 100.000 genteng. Ribuan genteng itu turun dari 18 truk yang sengaja dikirimkan mengantar secara beriringan.
"Insya Allah, rumah-rumah rusak di kedua desa ini 'sempurna' menerima genteng. Semoga semangat berbenah ini menular ke banyak pihak. Kalau satu lembaga saja bisa mendukung, puluhan lembaga lainnya, bersama instansi pemerintah setempat dari RT hingga Bupati, pasti segera bisa memulihkan kerusakan fisik pasca erupsi Kelud," ujar M Insan Nurrohman, Vice President ACT Foundation, di tengah korban erupsi Kelud.
Menurut rencana, dalam tiga hari, semua genteng sudah akan terpasang di Desa Satak dan Puncu. Jumlah yang didistribusikan sendiri disebutkan bisa terus berkembang, sesuai assessment tim survei. Hal itu juga seiring dengan semangat donatur berkontribusi mewakafkan dana tunainya untuk membelanjakan genteng.
"Tidak berat. Hanya satu juta rupiah, bisa membantu 1.000 genteng atau untuk satu rumah," jelas Insan pula.
Disebutkan, berdasarkan data dari Kecamatan Puncu, di Desa Satak ada 615 unit rumah rusak berat yang masing-masing memerlukan 1.000 genteng, plus sebanyak 330 unit rumah rusak ringan dengan kebutuhan 500 genteng per rumah. Kemudian di Desa Puncu, rumah rusak berat tercatat mencapai 1.733 unit, sedangkan yang rusak ringan sebanyak 433 unit (total 2.165 rumah). Lainnya adalah di Desa Asembangun, dengan jumlah rumah rusak berat sebanyak 1.755 unit dan rusak sedang 505 unit (total 2.260 rumah).
Dalam kegiatan yang langsung berjalan hari ini, kerja renovasi genteng pun dilaporkan berlangsung partisipatif. Warga dilaporkan bergotong-royong menurunkan dan memasang genteng.
"Hari ini pula sekaligus digelar syukuran. Kami memotong sapi untuk dimasak di Dapur Umum ACT, dibantu ibu-ibu setempat. Gotong-royong pemasangan genteng difokuskan untuk rumah keluarga janda manula dan kaum duafa," tutur Insan lagi, dalam kegiatan hari ini yang antara lain dihadiri Camat Puncu, Lurah Satak, hingga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri. (ACT)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Selama Ini 100 Persen Impor, Kini Indonesia Bersiap Produksi Botulinum Toxin Sendiri
-
John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.934, Nyaris Tembus Rp18.000 Akibat Perang AS-Iran Jelang Putusan BI
-
Apa Itu Sepatu Lari Carbon Plate? Ini Ciri-ciri, Kelebihan, dan Rekomendasi Merek Lokal hingga Luar
-
Persita Tangerang Rekrut Luquinhas, Eks Amazonas dengan Pengalaman Eropa
-
Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?
-
Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif
-
Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
-
Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat