Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menangkap enam warga Malaysia pembobol mesin anjungan tunai mandiri (atm) Bank BCA di empat rumah sakit di Indonesia. Para pelaku yakni Khor Chee Sean (26), Saw Hing Woo (27), Teh Chen Peng (24), Lee Chee Kheng (31), Ong Lung Win (24) dan Ooi Choo Aun (42). Dari aksinya mereka memperoleh uang sebesar Rp726 juta. Uang-uang tersebut telah diubah nilainya ke dalam mata uang lain. Di antaranya 6.000 dolar AS, 3.000 dolar Singapura, dan 600 Bath Thailand.
"Para pelaku beraksi di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (8/2), Rumah Sakit Pondok Indah (13/2), Rumah Sakit Husada (14/2) dan Rumah Sakit Borromeous, Bandung (15/2)," kata Dirtipideksus Brigjen Pol Arief Sulistyanto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/3/2014).
Mereka ditangkap oleh Tim Bareskrim dan Ditjen Imigrasi di Pelabuhan Batam ketika hendak kabur ke Singapura, dan Johor Baru, Malaysia. Barang bukti yang disita di antaranya, 11 unit telepon genggam, 14 buah kartu sim, iPad, laptop, 24 kartu atm/visa dan enam buah paspor.
Dituturkan, pengungkapan sindikat pencurian data atau pembobolan kartu atm berawal dari laporan BCA dengan nomor LP/212/II/2014 pada 25 Februari. Polisi pun segera melakukan penyelidikian dengan memeriksa kamera CCTV tertanggal 8-15 Februari 2014.
Dari penyelidikan tersebut terungkap para pelaku menggunakan skimer dan kamera untuk merekam data strip magnetik pada kartu atm. "Kamera merekam nomor pin pemegang atm asli. Dari empat lokasi pencurian data, terjadi penarikan ilegal dana nasabah atm tanpa mengetahui siapa yang mengambilnya," katanya
Kemudian, lanjut dia, pada 21/22 pelaku menarik uang setelah menggandakan kartu atm dan memperoleh uang tunai.
Dari kasus tersebut, penyidik menemukan adanya indikasi pencurian data, pencurian uang yang dan pencucian uang.
Pencurian data, yakni penggandaan kartu atm palsu milik nasabah BCA, ilegal akses, pencucian uang, yakni mengubah nilai uang curian tersebut ke mata uang negara lain.
"Setelah mengambil uang, diperoleh uang tunai dan ditukar beberapa mata uang asing, ini letak pencucian uangnya," katanya.
15 Masih Buron
Lebih lanjut Arief memaparkan bahwa lakon dalam kasus ini sebanyak 21 orang. Sebanyak 15 di antaranya masih buron. "Awalnya, 17 nama sudah diserahkan, lima masih di Indonesia, sisanya sudah keluar dari Indonesia dan kemudian ditemukan menjadi 21 pelaku, empat orang masih belum diketahui datanya," katanya.
Untuk dapat menangkap para pelaku, Polri akan berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). "PDRM akan berkoordinasi tindak pidana ini. Kami juga berkirim surat terkait data pelaku yang belum ditangkap ke direktorat imigrasi," katanya.
Ditambahkan bahwa para pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian, Pasal 48 juncto Pasal 32 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 3,4 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Dalam kesempatan sama, Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian (Dirdikdakim) Mirza Iskandar akan mencegah para pelaku untuk ke luar negeri. Menurutnya, para pelaku sudah mengetahui tindakan mereka sudah terdeteksi oleh petugas.
"Segera menyampaikan imigrasi untuk mencegah mereka keluar untuk ditangkap dan menyerahkan ke kepolisian," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
Kapolri Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi Reformasi Kepolisian
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan