Suara.com - Sebanyak 43.000 jiwa warga di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau telah terserang sejumlah penyakit yang dipicu polusi kabut asap dampak peristiwa kebakaran lahan dan hutan.
Data Dinas Kesehatan Riau yang disampaikan ke Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabut Asap dan disampaikan ke Antara lewat pesan elektronik, Sabtu (8/3/2014), menyebutkan 38 ribu orang diantaranya merupakan penderita infeksi saluran pernafasan atas (Ispa).
"Data ini dirangkum pada Jumat (7/3/2014) malam," kata Kepala Bidang Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo.
Data tersebut menunjukkan penderita Ispa terbanyak berada di Kota Pekanbaru yakni mencapai 9.268 jiwa, sementara di Rokan Hilir ada sebanyak 7.520 jiwa.
Kemudian di Kota Dumai tercatat ada sebanyak 3.188 jiwa terjangkit ISPA, dan 2.878 jiwa berada di Kabupaten Siak, Pelalawan (2.717 jiwa), Rokan Hulu (2.139), Kampar (1969), Meranti (958), Indragiri Hilir (916), dan di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 511 jiwa.
Sementara itu juga ada sebanyak 811 penderita pneuminia, terbanyak di Pelalawan yakni 212 jiwa dan di Pekanbaru ada sebanyak 124 jiwa.
Lalu ada juga penderita asma sebanyak 1.461 jiwa, terbanyak di Pekanbaru yakni 392 jiwa dan 196 jiwa di Kota Dumai. Jika dibandingkan dengan data sebelumnya (Kamis 6/3), jumlah ini jauh meningkat.
Ketika itu penderita Ispa masih mencapai 35.133 jiwa, pneuminia sebanyak 789 jiwa, asma 1.397 jiwa, iritasi mata 1.194 jiwa, dan iritasi kulit 1.899 jiwa.(Antara)
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang