Suara.com - Kepanikan mewarnai suasana di Bandara Beijing, Cina. Puluhan orang berkumpul di bandara untuk mencari informasi mengenai nasib anggota keluarga mereka yang berada di dalam pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.
Sepasang suami istri tak mampu membendung emosi lantaran tidak juga mendapatkan kejelasan mengenai keberadaan pesawat dari maskapai penerbangan terkait. Malaysia Airlines dianggap pelit berbagi informasi kepada keluarga penumpang. Kemarahan serupa juga ditunjukkan sekitar 20 orang lainnya.
Pasangan suami istri yang menginap di sebuah hotel dekat Bandara Beijing diminta petugas dari Malaysia Airlines untuk menunggu di sebuah ruangan dan bersabar menunggu informasi dari pihak mereka. Namun, informasi yang ditunggu tidak juga diberikan. Seperti diketahui, 152 dari 227 penumpang yang berada di pesawat Boeing b777-200 dengan nomor penerbangan MH370 adalah warga negara Cina.
"Tidak ada seorang pun di perusahaan (Malaysia Airlines) ini. Kami tidak bisa menemukan satu orang pun. Mereka mengunci kami di ruangan ini dan meminta kami untuk menunggu," kata salah seorang lelaki paruh baya yang enggan menyebutkan nama.
Kekecewaan keluarga penumpang kian membludak lantaran pihak maskapai tidak juga memberikan manifest atau daftar penumpang. "Kami ingin ada yang menemui kami di sini. Mereka bahkan tidak memberikan daftar penumpang kepada kami," tambahnya.
Salah satu keluarga penumpang bahkan mengeluhkan perlakuan petugas maskapai terkait yang dianggap tidak manusiawi. "Mereka memperlakukan kami tidak manusiawi," kata anggota keluarga penumpang lainnya.
Salah satu petugas maskapai yang tidak menyebutkan nama mengatakan jika pihaknya saat ini telah melakukan upaya terbaik. "Kami telah bekerjasama dengan pihak berwenang dan menurunkan tim SAR," katanya.(Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan