Suara.com - Warga Malaysia menggelar doa bersama di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur hari Senin (8/3/2014) malam. Doa digelar untuk memberikan dukungan bagi keluarga para penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak hari Sabtu (8/3/2014) lalu.
Nixon Low Ling Fei, penyelenggara acara mengatakan, doa bersama awalnya hanya diikuti beberapa orang saja. Namun tak disangka, jumlah peserta mencapai lebih dari 50 orang.
Menurut sepengetahuan Low, tidak satupun orang yang berada di acara tersebut punya hubungan keluarga dengan para penumpang pesawat Malaysia Airlines yang hilang.
"Kami hanyalah sekumpulan pengguna web yang ingin datang kemari untuk berdoa bagi semua orang yang ada di atas MH370," tutur lelaki tersebut.
"Kami berpikir, mengapa kami hanya berdiam di rumah sementara kami bisa keluar dan mencoba memberi dukungan bagi mereka yang keluarga dan kerabatnya berada di atas MH370. Kami berdiri di samping mereka, mereka tidak sendiri," sambungnya.
Dalam doa yang digelar selama satu setengah jam tersebut, suasana haru sungguh terasa. Beberapa peserta menyalakan lilin, menyanyikan lagu dan mengangkat spanduk dan mendukung agar keluarga penumpang tetap tegar.
Selama doa berlangsung, orang-orang yang kebetulan melewati tempat tersebut ikut bergabung. Tak sedikit pula yang berhenti dan mengambil foto.
Pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH 370 hilang sejak Sabtu (8/3/2014) dini hari. Pesawat tersebut mengangkut 239 penumpang, termasuk 12 awak pesawat. Tujuh di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Hingga kini, pesawat tersebut belum ditemukan. (The Malaysian Insider)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia