Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), batal menjadi juru kampanye Partai Demokrat di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (16/3/2014). Hal itu karena Presiden SBY memimpin operasi militer tanggap darurat bencana kabut asap di Riau sejak Sabtu (15/3).
"Kami bangga Bapak SBY lebih mengutamakan kepentingan rakyat di Riau. Itu di atas kepentingan partai," kata Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Sukawi Sutarip di Semarang, Minggu (16/3/2014).
Sukawi menilai langkah SBY merupakan contoh yang baik bagi para kader. Ia menyatakan tema kampanye yang diusung Partai Demokrat adalah "Beri Bukti, Bukan Janji" dan partai ingin terus menjaga kepercayaan rakyat.
Sukawi menegaskan, selama Partai Demokrat memimpin, sudah banyak kemajuan yang dicapai seperti kemajuan ekonomi, stabilitas politik, dan keamanan, hingga peran Indonesia di dunia internasional.
Infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, lanjut Sukawi, diwujudkan melalui program pemberdayaan dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) dicanangkan sejak 2007.
Sukawi memaparkan, hingga tahun 2012, pemerintah sudah menyalurkan Rp68,65 triliun dan menjangkau 6.680 kecamatan untuk peningkatan sumber daya manusia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional