Suara.com - Partisipasi aktif pencarian pesawat penumpang Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014 silam, dilakukan Komandan Lapangan Udara Palembang Letkol Pnb Romot CP Sinaga.
Pihaknya menyatakan akan memfasilitasi kru TNI Angkatan Udara (AU)
yang tergabung dalam Tim pencari Pesawat Malaysia Airlines MH370 menggunakan Pesawat AI-7303 Boeing 737-200.
"Pihak Lanud setempat meneruskan tugas Lanud Polonia Medan yang sebelumnya juga menyokong kegiatan pencarian pesawat MH-370 yang hilang sejak beberapa pekan lalu," kata Romot di Palembang, Sabtu (22/3/2014).
"Pesawat tim pencari ini baru tiba Jumat pagi (21/3/2014) dan mulai melaksanakan tugas pencarian dari Lanud Palembang," jelasnya.
Tim pencari pesawat MAS MH370 dari Skuadron 5 Makassar tersebut, menurut rencana akan memulai pencarian dari Selat Malaka, Selat Sunda dan sepanjang pantai barat Sumatera. "Dalam sehari operasi akan dilakukan dua area dan untuk waktu masih bergantung pada situasi dan kondisi cuaca yang ada," katanya.
Jumlah kru yang ikut dalam pencarian tersebut sebanyak 14 orang, dan dipimpin Kapten Pilot Mayor penerbang Iwan.
Kawasan area pencarian pertama berangkat pada pukul 08.00 WIB dan kembali pada pukul 10.30 WIB. Setelah itu, berangkat kembali pada pukul 11.45 WIB. Hingga berita ini diturunkan, tim pencari belum menemukan jejak pesawat yang hilang.(Antara)
Berita Terkait
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!
-
Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Purbaya Buka Suara Soal Pajaki Selat Malaka: Tak Ada Rencana Kutip Tarif
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau