Suara.com - Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai tokoh yang memiliki pembawaan tenang dan tak mudah tersulut pancingan lawan politik.
Seperti ketika ia disindir sebagai pemimpin yang pernyataannya mencla-mencle, capres boneka, dan pembohong, mantan Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, itu tetap kalem dan tak mau meributkannya.
Karakter Jokowi yang demikian itu dipuji banyak kalangan.
Beberapa kalangan, bahkan menyebut karakter Gubernur DKI Jakarta ini semakin lengkap karena juga memiliki sifat jenaka.
Bicara tentang jenaka, suara.com menyimpan beberapa catatan pernyataan-pernyataan Jokowi yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak.
1. “Ya, harus sama JK”
Sampai sekarang Jokowi belum punya calon pendamping untuk pemilihan presiden nanti. Ia bilang sama sekali belum memikirkannya karena sekarang sedang fokus untuk memenangkan PDI Perjuangan di pemilihan legislatif 9 April.
Tapi, ketika disinggung nama Jusuf Kalla (JK) sebagai kandidat pendampingnya, Jokowi justru main dagelan. Ia bilang tanpa huruf JK, namanya tentu tak bisa dibaca Jokowi.
“Ya, ini sih bukan soal mau atau nggak mau, ya, harus sama ‘JK’. Soalnya kalau enggak sama ‘JK’, jadinya Oowi dong,” kata Jokowi di salah satu tempat makan kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara, Kamis (27/3/2014).
Maklum saja, nama JK disinggung karena selama ini ada wacana untuk memasangkan Jokowi dengan JK, mantan Wakil Presiden RI.
2. “Jangan seolah menang, walau sudah menang”
Jokowi meminta semua kader dan simpatisan PDI Perjuangan tetap semangat. Walau banyak survei dan analisa yang menempatkan PDI Perjuangan di posisi pemenang, Jokowi tetap ingin semua pendukungnya tak lengah dan tetap bekerja serius.
"Ya, jangan seolah menang, walaupun kita memang sudah menang," kata Jokowi kepada kader dan simpatisan di kantor DPC PDI Perjuangan Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/3/2014) malam.
Jokowi mengingatkan pendukungnya, kader dan simpatisan partai lain sekarang ini tengah bekerja keras untuk bisa menang.
"Jati, kita harus kerja sama kerasnya, kalau perlu kerja lebih keras lagi. Dengan kerja keras, saya yakin persentase suara kita akan naik, naik, naik. Kemarin sudah naik, tapi kita akan naik lagi," kata Jokowi.
3. “Wah iya, lupa saya”
Semenjak resmi deklarasi menjadi calon presiden, Jokowi tak mau bicara kepada wartawan tentang masalah capres-capresan di lingkungan Balai Kota Jakarta. Balai Kota Jakarta adalah tempatnya untuk bekerja sebagai Gubernur.
Ia bilang kepada wartawan, hanya akan menjawab pertanyaan tentang capres di luar pagar Balai Kota.
Pada Kamis (27/3/2014) sore, di Balai Kota, para wartawan mewawancarainya soal surat cuti ke Kemendagri untuk kampanye. Karena konteks pertanyaannya masih menyangkut jabatannya, Jokowi pun menjawab.
Lama-lama, wartawan mulai bertanya soal kemungkinan dia bisa menang pilpres dalam satu putaran.
"Wah, jangan seolah-olah sudah menang, satu putaran, saya ndak seperti itulah," kata Jokowi.
Rupanya Jokowi terpancing. Ia bicara panjang soal serangan lawan politik kepadanya.
Ia baru tersadar telah melanggar aturannya sendiri ketika wartawan bertanya, tidak biasanya seorang Jokowi mau bicara tentang capres di dalam lingkungan Balai Kota.
"Waduh, iya, walah lupa saya," kata Jokowi sambil terkekeh.
"Kamu-kamu ini, ya, pertanyaannya nakal-nakal, jadinya saya jawab," kata Jokowi sambil meninggalkan Balai Kota.
4. “Dibanding dengan Tukul, ya gantengan saya”
Ketika sedang kampanye di Sukabumi, Jawa Barat, Jokowi berkelakar di hadapan kader dan simpatisan PDI Perjuangan.
"Nah, sekarang kalau bapak ibu melihat Jokowi, ya Jokowi seperti ini. Jangan bayangkan akan punya seorang presiden yang gagah, ganteng, dan banyak duit,” kata Jokowi di Rumah Makan Lembur Kuring 3, Sukabumi, Kamis (27/3/2014) malam.
Ia berkata lagi, “Tapi kalau dibanding dengan Tukul, ya ganteng saya." Tukul yang dimaksud Jokowi ialah pelawak Tukul Arwana.
5. “Bu Mega itu mungkin pusing sama saya”
Masih di Rumah Makan Lembur Kuring 3, Sukabumi, Kamis (27/3/2014) malam, Jokowi masih mengocok perut para kader dan simpatisan yang berkumpul di sana. Ia bicara tentang sosoknya yang tidak begitu luar biasa sebagai seorang calon presiden.
"Bu Mega saja sering ngomong kalau saya ini kerempeng, tapi Jokowi itu banteng. Berat saya 54 kilogram, kalau nambah ya paling setengah kilo, habis itu turun lagi setengah kilo,” kata Jokowi yang disambut tertawa orang-orang di rumah makan itu.
“Bu Mega itu mungkin pusing saya sudah diajak makan keliling-keliling hampir setahun, tapi ndak nambah-nambah berat badan," Jokowi menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen
-
Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M
-
Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id
-
Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok
-
Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?
-
Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?
-
50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?
-
Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja
-
Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia