Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta warga yang tinggal atau beraktivitas di pesisir pantai selatan DIY mewaspadai datangnya tsunami. Hal itu sebagai dampak gempa bumi 8 Skala Richter di Chile.
"Menjalarnya tsunami di Samudera Pasifik akibat gempa bumi di Chile diperkirakan tiba di pantai selatan DIY pada Kamis (3/4) sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Yogyakarta, Tony Agus Wijaya di Yogyakarta, Rabu (2/4/2014).
Menurut dia, tinggi gelombang yang tiba di pantai selatan DIY diperkirakan 10 centimeter sehingga dimungkinkan tidak akan terlihat karena bercampur dengan gelombang laut.
Meskipun gelombang yang akan datang tidak terlalu tinggi, lanjut dia, namun warga yang tinggal dan beraktivitas di pantai selatan perlu meningkatkan kewaspadaan karena arus yang datang akan sangat kuat.
"Tsunami adalah pergerakan gelombang secara bersama-sama dari dasar laut dalam jumlah yang sangat besar. Oleh karena itu, warga tetap harus mewaspadainya," katanya.
Wilayah pantai selatan DIY, lanjut dia, tidak mengalami dampak tsunami yang cukup besar karena kekuatan gelombang tersebut sudah semakin berkurang. Wilayah Indonesia yang mengalami dampak cukup besar akibat tsunami adalah Papua. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati