Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih merajai hitung cepat (quick count) yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan perolehan 19,76 persen. Partai Golkar berada di peringkat kedua dengan perolehan 14,59 persen. Sementara itu, Partai Gerindra masih di posisi ketiga dengan 11, 82 persen suara.
Sementara itu, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyusul di posisi keempat dan kelima dengan presentase perolehan suara masing-masing 9,73 persen dan 9,09 persen. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang finis di urutan keempat dalam Pemilu 2009 silam, tidak bisa berbicara banyak. PKS belum bisa menembus peringkat lima besar dalam hasil quick count sementara LSI ini.
Hingga pukul 20.30 WIB, suara yang sudah dihitung LSI mencapai 91,15persen. Berikut lima besar partai dengan perolehan suara terbanyak hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia yang dirilis akun Twitter @DennyJA_World.
1. PDI Perjuangan 19,76 persen
2. Partai Golkar 14,59 persen
3. Partai Gerindra 11,82 persen
4. Partai Demokrat 9,73 persen
5. Partai Kebangkitan Bangsa 9,09 persen
Berita Terkait
-
Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!
-
Tanggapi Survei LSI Denny JA, PKB Sebut Pilkada Lewat DPRD Bagian dari Demokrasi
-
Gen Z Paling Vokal! 84 Persen Tolak Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD
-
Rapor 1 Tahun Prabowo Versi LSI: Ekonomi Jeblok, 5 Sektor Lain Lolos, Hubungan Internasional Juara
-
LSI Denny JA: Dasco Spesialis Pemadam Amarah Publik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'